• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Gigitan Nyamuk

Kenali penyebab gigitan nyamuk. - Hellosehat.com

Penyebab Gigitan Nyamuk Terasa Begitu Gatal

benlaris by benlaris
in Bali, Berita, Kabar
0 0
0
356
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, – Hampir semua orang pernah digigit nyamuk hingga terasa begitu gatal setelah nyamuk mengigit bagian tubuh, dan tak heran juga jika bekas gigitan itu menjadi merah.

Hal ini tentu begitu menyebalkan, karena membuat kulit menjadi bentol-bentol dan gatal-gatal. Nah pertanyaannya, apa yang menyebabkan gigitan nyamuk terasa begitu gatal?

Penyebab Bekas Gigitan Nyamuk Terasa Gatal

Bekas gigitan nyamuk yang berdampak pada kulit. – Theasianparent.com

Dilansir dari Doktersehat.com, Amy Kassouf selaku pakar kesehatan dari Cleveland Clinic menyebut gigitan nyamuk bisa terasa sangat gatal sehingga membuat kita langsung ingin menggaruknya.

Hal ini disebabkan oleh air liur yang juga masuk ke dalam kulit kita saat nyamuk mengisap darah.

“Biasanya, nyamuk yang menggigit adalah yang betina. Saat menggigit, air liur akan ikut masuk ke dalam kulit. Masalahnya adalah, air liur yang berisi protein ini bisa menyebabkan reaksi alergi serta gatal-gatal pada kulit,” ucap Kassouf.

Gigitan nyamuk lebih sering terjadi di malam hari. Disebabkan oleh kadar hormon kortisol di dalam tubuh yang cenderung lebih rendah dan akan membuat tubuh memproduksi aroma tertentu yang membuat nyamuk lebih tertarik untuk hinggap dan menggigit.

Sistem kekebalan tubuh kita ternyata menganggap protein di dalam air liur sebagai benda asing yang berbahaya sehingga akan menyebabkan reaksi berupa sensasi gatal-gatal pada kulit. Gejala ini belum tentu muncul jika kita digigit oleh serangga jenis lainnya.

Masalahnya adalah jika kita menggaruk bekas gigitan nyamuk ini, akan membuat sensasi gatal pada kulit justru akan menjadi semakin parah.

Hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya histamin yang diproduksi sistm kekebalan tubuh dan menyebabkan gejala berupa gatal-gatal dan pembengkakan pada kulit.

Jika sampai kita menggaruk bekas gigitan nyamuk hingga luka atau lecet, bisa jadi akan menyebabkan sensasi perih dan meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri.

Beberapa Hal yang Bisa Terjadi Setelah Digigit Nyamuk

Beberapa hal bisa terjadi setelah digigt nyamuk. – Hellosehat.com

Pakar kesehatan menyebut reaksi tubuh setelah digigit nyamuk bisa berbeda-beda. Berikut adalah beberapa reaksi tersebut.

Tidak Akan Menyebabkan Reaksi Apapun

Terkadang, gigitan nyamuk tidak menyebabkan reaksi apapun pada kulit kita. Menurut pakar kesehatan, hal ini sangat mungin terjadi pada sebagian orang yang tidak mengalami alergi pada protein di dalam air liur nyamuk.

Bukan berarti orang yang mengalami hal ini sudah kebal dari gigitan nyamuk. Mereka tetap saja digigit oleh nyamuk dan diisap darahnya meskipun dampaknya tidak akan memicu gatal-gatal atau bentol-bentol.

Menyebabkan Benjolan dengan Warna Merah dan Kecil

Reaksi yang paling sering terjadi setelah digigit nyamuk adalah munculnya benjolan dengan warna kemerahan dengan ukuran yang kecil.

Terkadang, benjolan ini memiliki warna putih dengan titik kecil di bagian tengahnya. Pakar kesehatan menyebut kondisi ini bisa bertahan sekitar satu atau dua hari hingga akhirnya mereda dengan sendirinya.

Memicu Benjolan yang Lebih Besar

Jika benjolan kemerahan yang muncul lebih besar dan menonjol, biasanya hal ini disebabkan oleh gigitan nyamuk di tempat yang sama dalam waktu yang lebih lama.

Hal ini biasanya terjadi saat kita tidur malam atau saat tidak sadar sehingga tidak segera mengusir nyamuk yang menggigit.

Bisa Memicu Demam

Kadang juga setelah digigit nyamuk kita mengalami gejala demam, bisa jadi hal ini disebabkan oleh sindrom skeeter yang membuat reaksi sistem imun kita berlebihan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak kecil atau mereka yang mengalami masalah sistem imun.

Memicu Syok Anafilaktik

Syok anafilaktik bisa berupa pembengkaan pada bibir, gangguan pernapasan, atau bahkan kehilangan kesadaran.

Kondisi ini disebabkan oleh reaksi alergi yang sangat parah. Masalahnya adalah hal ini bisa membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan baik. (MYR)

Tags: BaliDenpasarFakta Unikfakta unik kesehatanGaleri SehatGigitan NyamukIndonesiaindonesia kuIndonesia Majuindonesia rayaKesehatanKesehatan Kulitpenelitian unik kesehatanpos kesehatantipstips unik kesehatan
Previous Post

Sukses Meriah, Acara “Doa Untuk Negeri” Haikal Hassan Dipadati Ribuan Peserta

Next Post

Perayaan Natal, Polda Bali Pastikan Bali Aman

benlaris

benlaris

Next Post
perayaan natal

Perayaan Natal, Polda Bali Pastikan Bali Aman

pemkab badung

Bupati Giri Prasta, Lantik 43 Pejabat di Lingkungan Pemkab Badung

shalat gerhana

Warga Muslim Bali Tunaikan Shalat Gerhana Matahari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.