• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
secangkir kopi

Menikah bak menyeduh secangkir kopi. - Blogspot.com

Menikah Bak Ibarat Menyeduh Secangkir Kopi

benlaris by benlaris
in Bali, Berita, Kabar
0 0
0
374
SHARES
2.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, – Menikah bukanlah perkara yang mudah dilakukan, untuk itu kamu yang akan menikah perlu mempersiapkan mental yang kuat, karena menikah bak ibarat menyeduh secangkir kopi.

Artinya kopi yang akan kamu seduh atau minum belum tentu akan manis, pahit atau bahkan sesuai dengan keinginanmu,

Karena banyak sekali kejutan yang diberikan oleh secangkir kopi, yang tidak kamu ketahui sama sekali.

Dilansir dari Islampos.com, maksudnya kamu harus memilih kopi murni bukan kopi campuran atau kaleng kaleng.

Bahkan kamu harus pahami nikmatnya secangkir kopi justru ketika tidak di campur gula dan lainnya.

Begitu juga dengan kamu yang akan memilih pasangan, carilah yang murni, bukan yang sempurna, kerana kesempuarnaan hanya milik Allah SWT.

Tentunya yang memiliki hati baik pula, dan cintanya hanya kepada kamu, serta tidak mengkhianati kamu yang selalu setia berada di samping mu, bagaimanapun keadaan mu.

Seseorang yang sudah ditakdir dengan mu, tentu perlu juga menerima segala bentuk kekurangan dan kelebihanyan yang melakat dalam diri mu.

Makna Kata Ibarat Menyeduh Secangkir Kopi

Makna kata menikah bak ibarat menyeduh secangkir kopi. – Blogspot.com

Soal Ilmu dan Seni

Menikah bak ibarat menyeduh secangkir kopi maksudnya pertama kamu perlu mengarti soal ilmu dan seni serta memiliki ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi.

Jika kamu menikah tanpa ilmu dan tanpa seni, tentu hubungan yang terjalin akan mudah hambar atau tidak berasa bahkan dapat kehilangan gairah satu sama lain.

Begitu juga, jika menikah tanpa ketelitian dan kesabaran yang tinggi, tentu hubungan rumah tangga akan sering berantakan, dan emosi sulit untuk dikontrol, alias sering marah marah.

Soal Takaran yang Tepat

Kedua maksud kata kata itu adalah, kamu harus mengerti takaran masing masing, pahami betul berapa takaran kopi dan air yang akan digunakan.

Ketahuilah perpaduan yang pas akan menghasilkan cita rasa yang khas, sehingga menjadikan kopinya semakin nikmat untuk di seduh.

Kamu mesti mampu menakar secara tepat, sebarapa besar kepercayaan mu kepada pasangan mu.

Serta sebesar apa rasa cemburu, seberapa banyak mengikat serta berapa banyak memberi kebebasan.

Hubungan yang akan terjalin dalam bentuk rumah tangga, mesti mengetahui satu sama lain terlebih dahulu, agar kamu mudah menentukan takaranya seperti apa.

Jika menaroh rasa percaya berlebihan, kamu akan kehilangan penjagaan terhadap pasangan.

Begitu juga dengan rasa cemburu yang berlebihan, kamu juga akan mudah merasa depresi.

Namun, jika kamu terlalu kuat mengikat, pasanganmu pasti tidak akan nyaman dengan hal itu, dan jika terlalu di beri kebebasan, kamu akan kehilangan kendali.

Soal Alat yang Tepat

Ketiga maksudnya adalah, kamu perlu mampu memfilter yang tepat, suhu yang tepat, alat yang tepat untuk menghasilkan cita rasa kopi yang berkualitas.

Menikah itu memerlukan filter atau saringan untuk menyaring mana yang benar mana salah, mana baik mana buruk, mana patut mana yang tidak patut.

Menikah juga membutuhkan suhu yang tepat untuk menghadirkan cinta yang indah.

Jika terlalu panas, suasana rumah tangga akan selalu berada dalam ketegangan. Jika terlalu dingin, suasana keluarga tidak akan ditemukan keindahannya.

Menyerupnya dengan Hati Hati

Kamu harus pelan-pelan dan berhati-hati saat menuangkan airnya ke gelas yang akan di campurkan dengan kopi.

Kamu juga harus pelan-pelan saat menyeruputnya. Jangan habiskan secangkir kopi dalam sekali reguk saja. (MRY)

Tags: BaliDenpasarIndonesiaIndonesia Majuindonesia rayaIslam Itu Indahislam NusantaraLifestyleMenikah Bak Ibarat Menyeduh Secangkir KopiPotret BaliPotret Bangsa KuPotret BudayaPotret DewataSyariat
Previous Post

Gubernur Bali Berharap Dermaga Benoa Jadi Ikon Baru Dunia

Next Post

Partai Gelora Terima SKT Dari Kesbangpol Bali

benlaris

benlaris

Next Post
skt

Partai Gelora Terima SKT Dari Kesbangpol Bali

Milad IKMS

Milad IKMS Bali ke-56, Ratusan Millenial Hadiri Kajian Ustadz Handy Bonny

kajian keluarga

Peringati Hari Ibu, DPW PKS Bali Gelar Kajian Keluarga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.