• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result

Kopi, Warisan Dunia Islam Untuk Dunia

benlaris by benlaris
in Bali, Berita, Kabar
0 0
0
395
SHARES
2.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, DENPASAR – Berbicara tentang kopi, apa yang terlintas dalam benak Anda? Anda mungkin berpikir tentang espresso ala Italia, cafe au lait yang kental citarasa Prancis-nya, atau double grande latte dengan taburan bubuk kayu manis seperti yang disajikan kedai kopi ternama asal Amerika Serikat. Atau malah menembatkannya sebagai simbol globalisasi; tak “gaul” kalau belum pernah ngopi-ngopi di warung kopi berkelas dunia.

Entah bagaimana awalnya, kopi seperti ‘disabotase’ sebagai produk Barat. Padahal, kopi hanya bisa dibudidayakan di wilayah dengan iklim tropis seperti Amerika Latin, sub-Sahara Afrika, Vietnam, dan Indonesia. Kopi juga baru dipopuler di Eropa pada kurang lebih abad ke-16 dan 17, baru kemudian di Amerika Serikat.

Kopi sejatinya adalah warisan dunia Islam bagi dunia. Sejarah kopi setidaknya bermula pada abad ke-9; dari Afrika Timur, kopi menyebar ke Mesir dan Yaman. Bukti kredibel awal muncul pada pertengahan abad ke-15, dimana di padepokan Sufi di Yaman, kopi biasa dipanggang dan diseduh, dalam cara yang mirip dengan bagaimana kopi kini disiapkan.

Pada abad ke-16, kopi sudah menyebar ke Timur Tengah, Persia, Turki, dan Afrika utara. Dari wilayah kekuasaan Muslim, kopi kemudian menyebar ke Italia, dan seluruh Eropa, ke Indonesia, baru kemudian ke benua Amerika.

Orang pertama yang diketahui menulis tentang kopi adalah seorang filsuf yang juga dokter dari Persia bernama Rhazes atau Al-Razi (850-922), yang memanfaatkannya sebagai obat. Dia menggambarkan minuman yang disebut bunchum yang dibuat dari buah bunna, bahasa Ethiopia untuk menyebut kopi.

Tulisan-tulisan awal lainnya menyebut Yaman, di bagian selatan Semenanjung Arab tepat di seberang Laut Merah dari Ethiopia, sebagai wilayah perkebunan kopi pertama pada awal abad ke-15. Semua tanaman kopi di wilayah ini dibawa dari Ethiopia.

Di Yaman, para sufi Muslim lah yang mengenalkan tradisi minum ini: menyulapnya menjadi minuman agar tetap terjaga saat berdoa sepanjang malam. Situs sejarah Islam Muslim Heritage menyebut, pertama kali tradisi memanggang dan menggiling kopi mungkin terjadi di sini.

Tags: Denpasardunia islamkopisafari masjid bali
Previous Post

Buktikan Kompak dan Solid, Ormas Garbi Bali Adakan Silaturahmi Akbar

Next Post

Sehari 93 juta sedotan plastik digunakan di Indonesia

benlaris

benlaris

Next Post

Sehari 93 juta sedotan plastik digunakan di Indonesia

Pelepasan Kontingen Kemah Nasional ke Cibubur oleh JSIT Bali

Studi Child Happiness

Orang Tua Belum Banyak Hadir dalam Bermain Bersama Anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.