• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Studi Child Happiness

Ilustrasi Ibu dan anak yang ceria ;

Orang Tua Belum Banyak Hadir dalam Bermain Bersama Anak

benlaris by benlaris
in Berita, Harmoni, Kabar
0 0
0
339
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, MEDAN – Studi Child Happiness menemukan fakta bahwa anak merasa bahagia saat bermain bersama orang tua. Bahkan, hasil studi tersebut menunjukkan bermain bersama orang tua membuat anak lebih bahagia daripada mereka bermain bersama adik atau kakaknya.

Dilansir Republika.co.id Nestle Lactogrow mengumumkan hasil studi Child Happiness pada Juli di Jakarta. Sebagai tindak lanjutnya, sebuah workshop bertema ‘Grow Happy Parenting‘ pekan kemarin digelar untuk berbagi tips mengenai gaya pola asuh ‘Grow Happy‘ kepada para orang tua.

”Kegiatan workshop merupakan tindak lanjut dari hasil pemaparan studi Child Happiness yang diumumkan pada Juli lalu,” kata Brand Executive Nestle Lactogrow, Pramudita Sarastri, seperti dikutip dari Antara.

Meski anak lebih senang bermain dengan orang tua, tapi hasil studi Child Happiness menunjukkan fakta lainnya. Sebanyak lebih dari 50 persen orang tua merasa belum cukup hadir dan terlibat dalam kegiatan bersama si kecil.

Pramudita mengatakan hasil studi menunjukkan kebanyakan orang tua masih melihat fisik ketika menilai karakteristik kebahagiaan anak. Mereka hanya memperhatikan ciri-ciri fisik. ”Misalnya saat anak menunjukkan ekspresi ceria dan aktif bergerak,” katanya.

Padahal, kata Pramudita, Myers & Diener (2018) menyebutkan kebahagiaan anak bukanlah kegembiraan sesaat saja. Namun, kebagiaan mereka lebih kepada rasa nyaman, aman, dan diterima dengan baik di lingkungan sosialnya.

”Hal yang tidak kalah penting dicermati dari hasil Studi Child Happiness yang mengungkapkan bahwa anak Indonesia berpotensi kekurangan asupan nutrisi yang seimbang, yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan kebahagiaan mereka,” katanya.

Previous Post

Pelepasan Kontingen Kemah Nasional ke Cibubur oleh JSIT Bali

Next Post

Peristiwa Ikan Besar Terdampar dan Invasi Sampah Plastik

benlaris

benlaris

Next Post
Peneliti mengumpulkan data dari bangkai paus yang terdampar di pantai di peraian Taman Nasional Wakatobi di Sultra. Paus sperma ditemukan terdampar pada Ahad (18/11).

Peristiwa Ikan Besar Terdampar dan Invasi Sampah Plastik

Menghitung Jumlah Peserta Reuni 212

Reuni Akbar 212: Antara Pesan Damai dan Pesan Politik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.