ERAMADANI.COM, LEBANON – Kebakaran besar melanda bekas terjadinya ledakan besar di Pelabuhan Beirut, Lebanon pada Kamis (10/9/20) sekitar pukul 11 malam waktu setempat.
Peristiwa yang menegangkan tersebut menyebabkan kepanikan yang meluas di Ibu Kota Lebanon.
Menurut keterangan dari tentara Lebanon, kobaran api yang menjulang tinggi ke langit bersumber dari sebuah gudang.
Gudang itu menyimpan minyak dan ban di area Bebas Pajak Pelabuham.
Dilansir dari Aljazeera.com, seorang saksi mata mengatakan bahwa ia melihat orang-orang melarikan diri dari arah api yang mengembangkan asap besar dan membumbung ke langit.
Ia juga melihat mobil-mobil terbalik dilingkungan Mar Mikhael, yang hancur akibat ledakan pada 4 Agustus lalu.
Petugas pemadam kebakaran pertahanan sipil Lebanon saat di tempat kejadian menyampaikan bahwa api telah dikendalikan.
Namun, belum dipadamkan secara keseluruhan, dalam kejadian itu tidak ada cedera yang dialami.
Direktur Pelabuhan Beirut, Bassem Kaissi mengatakan bahwa kebakaran terjadi di tempat penyimpanan yang disewa dari pelabuhan oleh BBC Logistic.
Ia juga mengatakan bangunan yang disewa oleh BBC sebagai fasilitas untuk memenuhi persyaratan dan keselamatan.
Termasuk dilengkapi dengan alat-alat pemadam kebakaran, tetapi telah hancur akibat ledakan besar yang pertama.
Kaissi menolak untuk berkomentar mengenai apa penyebab pasti kebakaran itu, ia mengatakan akan menunggu penyidikan berjalan.
Jaksa penuntut Ghassan Oueidat telah menugaskan semua badan keamanan utama untuk melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.
Setelah diperintahkan untuk melakukannya oleh Menteri Kehakiman sementara negara, Marie Claude Najem.
Kebakaran ini selain semakin menghancurkan sebagian besar pelabuhan Beirut, juga tampak telah membakar bantuan yang ditujukan bagi mereka yang selamat dari ledakan bulan lalu.
Fabrizio Carboni, Direktur Regional untuk Timur dan Tengah di Komite Internasional Palang Merah mengatakan, setengah juta liter minyak dan ribuan paket makanan disimpan di gudang yang terbakar.
Sebagai catatan, sepuluh petugas pemadam kebakaran meninggal pada 4 Agustus.
Setelah dikirim untuk memadamkan api, yang disebabkan oleh ledakan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan. (LWI)




