ERAMADANI.COM, LOMBOK TIMUR – Baru-baru ini, sebuah pernikahan di Lombok menjadi perhatian banyak orang. Pasalnya, pernikahan itu bermaharkan barang yang tidak lumrah dijadikan sebagai mahar pada umumnya. Pemuda asal Lombok bernama Asri memberikan segelas pasir besi sebagai mahar pernikahannya.
Ia juga melangsungkan akad nikahnya di tepi Pantai Pondok Kerakat, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

Pemuda yang berdomisili di Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur ini mengaku bahwa perjuangan mendapatkan sang pujaan hati tidaklah mudah.
Asri mengaku mempunyai perasaan pada pujaannya sejak duduk di bangku SMA kelas 2, tepatnya pada 2001 silam.
Dilansir dari insidelombok.id, Asri menceritakan bahwa ia sempat beberapa kali mengungkapkan perasaannya, tetapi ia ditolak.
“Beberapa kali saya nyatakan cinta, tapi dia menolak dengan jawaban persahabatan lebih utama dan abadi daripada hubungan kekasih,” ungkapnya.
Namun, perjuangan Asri membuahkan hasil. Ia dapat mempersunting wanita yang sudah lama ia kejar-kejar, Baiq Embun Anita pada 9 September lalu dengan bermaharkan segelas pasir besi.
Filosofi Mahar Segelas Pasir Besi
Adapun filosofi dari mahar tersebut diibaratkan seperti cintanya Asri yang tak terhitung, yang juga sangat berharga sebagaimana halnya nilai dari maharnya.
Asri ungkapkan bahwa perjuangan ia mendapat mahar tersebut tidaklah mudah.
“Saya mengumpulkan segelas pasir besi itu dengan penuh perjuangan selama empat hari dengan melawan derai ombak. Pasir besi ini sangat sulit didapat, sehingga sangat berharga,” jelasnya.
Istri Asri, Baiq Embun Anita pun menerima mahar tersebut dikarenakan makna yang amat dalam yang terkandung di dalamnya.
“Perjuangan mencari segelas pasir besi sama halnya dengan memperjuangkan cinta saya. Untuk itu, saya menerima mahar tersebut dengan senang hati,” terang Anita.
Anita juga merasa bangga memiliki seorang suami yang sejak lama memperjuangkan cintanya. Pihak keluarga mempelai wanita pun menerima keputusan Anita untuk menerima mahar tersebut. (ERK)




