ERAMADANI.COM, KLUNGKUNG – Rumput liar mulai tumbuh sepanjang dinding luar Gua Jepang dan sejumlah fasilitas penunjang juga masih terbengkalai. Terkait hal itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, melalukan pengecekan langsung.
Pada tahun 2019, pemerintah Kabupaten Klungkung telah mengalokasikan dana sebanyak Rp 800 juta untuk menata destinasi Gua Jepang.
Melansir dari bali.tribunnews.com, menurut Kepala Dinas Pariwisata Kab. Klungkung, A.A Gede Putra Wedana, setelah adanya penataan, destinasi yang ada pada pinggir jalan Banjarangkan ini masih sepi pengunjung.
Ia mengungkapkan bahwa destinasi wisata Gua Jepang masuk daftar sebagai cagar budaya yang pengelolaannya oleh Dinas Kebudayaan.
Oleh karenanya pengelolaan destinasi wisata ini oleh dua lembaga yang berbeda.
Sejauh ini masyarakat masih belum mampu memanfaatkan rest area secara maksimal, sehingga terkesan terbengkalai.
Dalam kunjungannya pada Jumat (23/10/2020), Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyampaikan, untuk dapat mengembangkan destinasi itu perlu penyelenggaraan event tertentu pada rest area Gua Jepang.
Hal itu untuk menarik perhatian masyarakat agar destinasi wisata ini mendapat kunjungan.
“Pemkab akan bekerja sama dengan Indonesia Cheff Association (ICA) Klungkung, akan mengadakan event yang erat kaitnya dengan masak-memasak.
Nanti lokasinya di rest area Goa Jepang, dan nanti disesuaikan dengan konsep yang akan diambil.”
I Nyoman Suwirta
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya berharap acara ini agar dapat segera terselenggara secara penuh.
Namun, juga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Pihaknya juga meminta kepada masyarakat sekitar untuk bekerja sama menjaga Gua Jepang, supaya tetap terlihat bersih dan aman.
Suwirta juga mengungkapkan bahwa pada masa pandemi ini masyarakat tidak boleh bersantai-santai begitu saja.
“Dalam situasi pandemi ini kita tidak boleh tidur, kita harus bergerak untuk berikan semangat kepada masyarakat.
Tempat ini (rest area Goa jepang akan mulai kita bangkitkan dengan event-event yang akan diselenggarakan.”
I Nyoman Suwirta
Gua Jepang, Napak Tilas Sejarah Penjajahan Jepang
Goa Jepang, Banjarangkan, Klungkung merupakan salah satu peninggalan zaman penjajahan Jepang.
Zaman penjajahan Jepang memang meninggalkan jejak-jejak sejarah berupa gua atau pun bunker sebagai tempat perlindungan melawan musuh.
Adapun pembuatnya ialah tentara Jepang.
Gua Jepang merupakan tempat peninggalan sejarah masa lalu yang kelam, bahkan sekarang menjadi salah satu tujuan wisata unik yang mendapat anggapan seram dan angker.
Gua Jepang juga tersebar pada beberapa wilayah, yakni sebagai berikut.
- Kawangkoan, Minahasa – Sulawesi Utara
- Pangandaran – Jawa Barat
- Bukittinggi – Sumatra Barat
- Garut – Jawa Barat
- Kaliurang, Sleman – Daerah Istimewa Yogyakarta
- Bandealit – Jawa Timur
- Kawangkoan – Sulawesi Utara dan sejumlah tempat lainnya.
Jepang berkuasa selama 3.5 tahun dan salah satu peninggalannya ialah Gua Jepang, Klungkung Bali.
Pembuatan Gua Jepang pada sebuah tebing melengkung yang mengikuti kontur jalan ini pada awal kekuasaan Jepang, sekitar tahun 1941-1942.
Lokasinya sendiri berada pada pinggir jalan raya utama yang menghubungkan Kabupaten Klungkung dan Gianyar, sehingga mudah untuk dijangkau. (LWI)




