ERAMADANI.COM – Setiap amalan baik maupun buruk pasti akan dicatat. Setiap yang kita lakukan atas dasar kebaikan pun tidak akan pernah sia-sia. Allah SWT akan memberikan kebaikan pula atas amalam baik yang perlahan kita tabung di dunia ini, kebaikan itu termasuk kamar megah di surga bagi orang-orang yang berhak.
Imam Ibnu Katsir menyatakan dalam kitab Tafsir Al-Qur’an al-Adzhim, kelak orang-orang yang sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah niscaya mendapatkan kamar indah di surga.
Ruangan atau kamar istana di surga itu dinamakan al-ghurfah.
Mengambil pendapat Abu Ja’far, Sa’id bin Zubair, dan ad-Dahhak, lantaran posisinya yang luas dan tinggi.
Adapun Imam al-Qurthubi menjelaskan tatkala menafsirkan pahala yang mulia bagi penghuni surga ialah mendapatkan karunia al-ghurfah.
Tempat yang paling tinggi, paling pribadi, dan paling utama di dalam surga.
Lantas, siapa yang dapat mendapatkan al-ghurfah ini?
Melansir dari republika.co.id, terdapat sebuah hadis yang menerangkan tentang amalan apa saja yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan kamar megah di surga.
Dari Ali bin Abi Thalib RA, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
“Sesungguhnya dalam surga terdapat kamar-kamar, yang bagian luarnya tampak terlihat dari bagian dalamnya, dan bagian dalamnya tampak terlihat dari bagian luarnya.”
Sementara itu, ada seorang Badui yang lantas berdiri dan kemudian bertanya.
“Untuk siapa kamar-kamar tersebut, wahai Rasulullah?”
Rasulullah SAW bersabda, “Kamar-kamar itu untuk orang yang membaguskan ucapan, memberi makan, senantiasa berpuasa, melakukan sholat untuk Allah di malam hari ketika manusia sedang tidur.”
HR at-Tirmidzi
Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali mengatakan, amalan-amalan tersebut dapat kita lakukan pada Ramadan.
Sementara pada bulan tersebut, seorang mukmin bisa mengumpulkan banyak amalan.
Mulai dari amalan puasa, salat malam, sedekah, hingga membaguskan ucapan.
Lantaran orang yang berpuasa mendapat larangan mengucapkan ucapan yang kotor dan sia-sia saja. (ITM)




