Jakarta – Kehidupan manusia tak lepas dari urusan rezeki, anugerah ilahi yang menjamin kelangsungan hidup. Meskipun Allah SWT telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, upaya dan doa tetap menjadi kunci untuk meraih keberkahan dan keluasan dalam memperolehnya. Berdoa di waktu-waktu mustajab, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, diyakini dapat memperbesar peluang terkabulnya permohonan tersebut. Artikel ini akan mengulas waktu-waktu istimewa tersebut berdasarkan referensi hadis dan Al-Qur’an, serta menekankan pentingnya ikhtiar dan tawakal dalam meraih rezeki yang halal.
Konsep rezeki dalam Islam bukan sekadar materi semata, melainkan mencakup segala aspek kehidupan, meliputi kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan, dan tentu saja, keuangan. Buku "Seni Menikmati Hidup: Perspektif Al-Quran, Hadis, dan Ulama’" karya Abdul Aziz menjelaskan bahwa takdir dan jatah rezeki setiap individu telah ditetapkan Allah SWT sejak penciptaan. Namun, hal ini tidak berarti manusia pasif dalam menjemput rezeki. Justru sebaliknya, manusia diwajibkan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh melalui jalan yang halal dan diridhoi-Nya.
Hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh al-Hakim dan Baihaqi menegaskan hal ini: "Sesungguhnya Jibril menyampaikan wahyu ke hatiku bahwa seseorang tidak akan mati sehingga menyempurnakan rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah dan carilah rezeki dengan cara yang baik." Hadis ini menekankan pentingnya ikhtiar dan ketakwaan dalam mencari rezeki. Upaya manusia diiringi dengan tawakal kepada Allah SWT, meyakini bahwa segala sesuatu berada di bawah kendali-Nya. Doa menjadi manifestasi tawakal tersebut, suatu bentuk permohonan dan penyerahan diri kepada Sang Pencipta.
Berkaitan dengan doa, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang diyakini mustajab, di mana doa lebih mudah dikabulkan. Buku "15 Cara Nyata Memperoleh Rezeki Berlimpah" karya Abdillah Firmanzah Hasan merangkum beberapa waktu tersebut, yang akan diuraikan lebih detail berikut ini:
1. Sepertiga Malam Terakhir: Waktu ini dianggap sebagai waktu paling utama untuk berdoa, termasuk memohon rezeki yang halal dan berkah. Hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menyebutkan: "Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni." Keistimewaan waktu ini terletak pada kedekatan hamba dengan Allah SWT, di mana doa-doa dipanjatkan dengan khusyuk dan penuh harap.

2. Setelah Sholat Fardhu: Sholat lima waktu merupakan tiang agama Islam, dan waktu setelahnya merupakan kesempatan emas untuk bermunajat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, menjawab pertanyaan tentang doa yang paling mustajab: "Doa di tengah malam dan setelah sholat fardhu." Momentum setelah sholat, di mana hati masih khusyuk dan terhubung dengan Allah SWT, sangat tepat untuk memanjatkan doa-doa, termasuk permohonan rezeki.
3. Saat Sujud dalam Sholat: Sujud merupakan posisi paling rendah dan sekaligus paling dekat secara spiritual seorang hamba di hadapan Allah SWT. Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak doa saat sujud, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Muslim: "Sedekat-dekatnya seorang hamba kepada Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa (saat sujud)." Kedekatan spiritual ini diyakini memperkuat ikatan antara hamba dan Tuhannya, meningkatkan peluang terkabulnya doa.
4. Hari Jumat: Hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim: "Pada hari Jumat terdapat satu waktu yang tidaklah seorang Muslim bertepatan dengannya dalam keadaan berdiri sholat lalu ia meminta sesuatu kepada Allah, kecuali akan dikabulkan." Waktu istimewa ini diperkirakan berada antara Ashar dan Maghrib. Momentum ini sangat tepat untuk berdoa memohon kemudahan rezeki, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
5. Ketika Turun Hujan: Hujan merupakan rahmat Allah SWT yang memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk di bumi. Doa di saat hujan turun diyakini memiliki kekuatan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Abu Dawud: "Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika azan berkumandang dan saat turun hujan." Hujan melambangkan limpahan rahmat Allah, sehingga doa yang dipanjatkan pada saat itu diyakini lebih mudah dikabulkan.
6. Di Hari Arafah: Hari Arafah, yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijah, merupakan hari yang sangat mulia dalam Islam setelah bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi: "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." Keutamaan hari Arafah sebagai hari penuh ampunan dan pengabulan doa menjadikan waktu ini sangat tepat untuk berdoa memohon rezeki dan keberkahan.
7. Antara Azan dan Iqamah: Waktu antara azan dan iqamah merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi: "Doa antara azan dan iqamah tidak akan ditolak." Momentum ini, di mana umat Islam bersiap untuk melaksanakan sholat berjamaah, merupakan waktu yang penuh kekhusyukan dan kedekatan dengan Allah SWT.
8. Saat Berbuka Puasa: Berbuka puasa merupakan momen yang penuh berkah. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Ibnu Majah: "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa saat berbuka terdapat doa yang tidak tertolak." Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, berbuka puasa menjadi waktu yang tepat untuk memanjatkan syukur dan doa, termasuk permohonan rezeki yang berkah.
Kesimpulannya, mencari rezeki merupakan kewajiban setiap muslim, tetapi harus dilakukan dengan cara yang halal dan diiringi dengan doa dan tawakal. Memanfaatkan waktu-waktu mustajab sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW dapat meningkatkan peluang terkabulnya doa. Namun, perlu diingat bahwa doa tanpa usaha adalah sia-sia, dan usaha tanpa doa juga kurang sempurna. Keduanya harus berjalan beriringan untuk meraih keberkahan rezeki dan kehidupan yang diridhoi Allah SWT. Semoga uraian di atas dapat menjadi panduan bagi kita semua dalam menjemput rezeki yang halal dan berkah. Wallahu a’lam bishawab.




