• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result

Wafat Paus Fransiskus: Tokoh Perdamaian Dunia yang Dihargai Umat Muslim Indonesia

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
332
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 21 April 2025 – Dunia berduka. Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, telah wafat pada Senin pagi pukul 07.35 waktu Roma (05.35 GMT) di usia 88 tahun. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Kardinal Kevin Farrell melalui pernyataan resmi Vatikan yang disebarluaskan melalui saluran Telegram, seperti dikutip oleh kantor berita AFP. Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi milyaran umat Katolik di seluruh dunia, dan juga menyisakan kesedihan bagi mereka yang mengapresiasi komitmennya yang kuat terhadap perdamaian dan persaudaraan antar umat manusia, termasuk di Indonesia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof. Asrorun Niam Sholeh, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin spiritual umat Katolik tersebut. Dalam rilis resmi yang diterima detikHikmah, Prof. Niam mengungkapkan rasa kehilangannya atas kepergian tokoh agama yang dikenal gigih memperjuangkan semangat persaudaraan dan menentang segala bentuk penjajahan.

"Saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Paus Fransiskus, pemimpin Katolik tertinggi yang dikenal peduli pada semangat persaudaraan dan anti-penjajahan," ungkap Prof. Niam. Ungkapan duka cita ini bukan sekadar formalitas, melainkan refleksi atas pengakuan akan kontribusi besar Paus Fransiskus dalam membangun jembatan dialog antar agama dan perdamaian dunia.

Prof. Niam menekankan pentingnya meneruskan warisan perdamaian yang telah dirintis Paus Fransiskus. Ia berharap komitmen dan semangat tersebut dapat terus dipelihara dan dikembangkan untuk menciptakan persaudaraan sejati antar manusia, melampaui perbedaan keyakinan dan latar belakang. "Paus Fransiskus dikenal sebagai salah satu tokoh agama yang memiliki komitmen kemanusiaan universal, mencintai sesama manusia, dan memerangi penindasan. Beliau pernah membangun kesepahaman dengan Grand Syeikh al-Azhar dan juga hadir di Indonesia, semuanya mengusung tema perdamaian dan persaudaraan universal," tegas Guru Besar Bidang Ilmu Fikih di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta ini.

Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia, meskipun detail kunjungannya tidak disebutkan dalam rilis tersebut, menjadi bukti nyata komitmennya untuk membangun dialog antar agama. Kunjungan tersebut, yang tentu saja telah direncanakan dan dipersiapkan secara matang, merupakan simbol penting dari upaya membangun persaudaraan universal yang diusungnya. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen Paus Fransiskus terhadap perdamaian bukanlah retorika belaka, melainkan tindakan nyata yang diwujudkan dalam berbagai kesempatan.

Wafat Paus Fransiskus: Tokoh Perdamaian Dunia yang Dihargai Umat Muslim Indonesia

Lebih jauh, Prof. Niam menyoroti penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia antara Paus Fransiskus dan Grand Syeikh al-Azhar. Dokumen bersejarah ini, menurutnya, harus diimplementasikan secara operasional dan substansial, bukan hanya sebagai seremoni atau simbol belaka. "Paus bersama Syeikh al-Azhar menandatangani Dokumen Persaudaraan Manusia untuk mendorong perdamaian antara umat Muslim dan Katolik. Ini adalah hal yang bersejarah, yang perlu diterjemahkan secara operasional dengan semangat kebersamaan, substantif, bukan hanya sekadar seremoni atau artifisial, terutama untuk umat Islam dan Katolik di Indonesia," ujarnya.

Prof. Niam menekankan pentingnya meneruskan komitmen tersebut sebagai jembatan persaudaraan kemanusiaan, khususnya bagi para tokoh agama dari kedua belah pihak, Islam dan Katolik. "Untuk kepentingan kemanusiaan yang universal," tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa kerjasama antar agama, yang telah dirintis oleh Paus Fransiskus, dianggap sangat penting untuk mencapai perdamaian dunia. Penerusan kerjasama ini bukan hanya menjadi tanggung jawab para pemimpin agama, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat manusia.

Selain itu, Paus Fransiskus juga dikenal sebagai tokoh yang lantang menyuarakan pentingnya toleransi antar umat beragama. Prof. Niam mengingatkan agar toleransi tersebut diwujudkan secara substansial, bukan hanya sebatas seremoni atau tindakan yang bersifat artifisial. Implementasi toleransi yang substansial memerlukan komitmen dan tindakan nyata dari semua pihak untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan.

Sikap tegas Paus Fransiskus terhadap penjajahan dan agresi Israel terhadap Palestina juga mendapat perhatian khusus dari Prof. Niam. Paus Fransiskus secara konsisten mengutuk tindakan-tindakan brutal Israel, dan hal ini menunjukkan komitmennya terhadap keadilan dan kemanusiaan. "Komitmen anti-penjajahan harus menjadi kesadaran kolektif kita sebagai manusia beradab dan berbudaya. Perjuangan untuk Palestina Merdeka adalah bagian dari tugas sejarah kemanusiaan yang harus terus diperjuangkan oleh setiap umat manusia beradab," pungkas Prof. Niam.

Pernyataan Prof. Niam ini menunjukkan bahwa wafatnya Paus Fransiskus bukan hanya kehilangan bagi umat Katolik, tetapi juga kehilangan bagi seluruh umat manusia yang memperjuangkan perdamaian dan keadilan. Paus Fransiskus telah menjadi simbol bagi mereka yang memperjuangkan dialog antar agama, toleransi, dan anti-penjajahan. Warisan pemikiran dan tindakannya akan terus dikenang dan diharapkan dapat menginspirasi generasi mendatang untuk melanjutkan perjuangannya demi terciptanya dunia yang lebih adil dan damai.

Kepergian Paus Fransiskus menjadi momentum refleksi bagi seluruh umat manusia. Bagaimana kita dapat meneruskan perjuangannya untuk mewujudkan perdamaian dunia, membangun jembatan dialog antar agama, dan melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan? Pertanyaan ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk meneruskan warisan berharga yang telah ditinggalkan oleh Paus Fransiskus. Semoga semangat perdamaian dan persaudaraan yang diusungnya terus hidup dan menginspirasi kita semua dalam membangun dunia yang lebih baik. Semoga Paus Fransiskus mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Previous Post

Aliansi Kebhinekaan Bali Gelar Aksi Damai Mendukung Polri Usut Tuntas Kasus Penistaan Agama Arya Wedakarna

Next Post

Panduan Lengkap: Hal-Hal yang Boleh dan Dilarang Saat Menjalankan Ibadah Umrah dan Haji

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Panduan Lengkap: Hal-Hal yang Boleh dan Dilarang Saat Menjalankan Ibadah Umrah dan Haji

Panduan Lengkap: Hal-Hal yang Boleh dan Dilarang Saat Menjalankan Ibadah Umrah dan Haji

Dunia Berduka: Kepergian Paus Fransiskus, Tokoh Perdamaian dan Toleransi Antaragama

Dunia Berduka: Kepergian Paus Fransiskus, Tokoh Perdamaian dan Toleransi Antaragama

Asrama Haji Donohudan Boyolali Siap Sambut Jemaah Calon Haji 2025: Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas Menjadi Prioritas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.