ERAMADANI.COM, KLUNGKUNG – Masih terkendala pada anggaran imbas pandemi COVID-19, Pemkab Klungkung hingga kini belum dapat merealisasikan ambulans laut. Sementara itu, ambulans laut yang beroperasi saat ini merupakan milik salah satu RS swasta.
I Nyoman Suwirta selaku Bupati Klungkung pada Rabu (17/3/21) mengatakan, Pemkab segera membuat kesepakatan dengan pihak RS swasta itu untuk mendukung sementara transportasi laut, ketika ada pasien rujukan dari Nusa Penida ke Klungkung daratan.
“Misalnya, dalam keadaan emergency warga bisa dapat pelayanan secara gratis, tetapi kalau berencana, tentu bayar,” tutur Bupati Suwirta, mengutip nusabali.com.
Sementara itu, pengadaan ambulans laut di Klungkung telah menjadi program prioritas Pemkab Klungkung.
Hal itu untuk memperlancar ketika ada pasien rujukan dari Nusa Penida menuju RSUD Klungkung.
Adapun Bupati Suwirta mengatakan telah mengusulkan kepada pemerintah pusat terkait pengadaan kendaraan ini, tetapi belum terealisasi.
Sembari menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat, ia juga berupaya membuat inovasi.
Dengan demikian, ketika Klungkung masuk inovasi Top 40, pusat akan memberikan DID (Dana Insentif Daerah).
Dana Insentif Daerah itu rencananya untuk pengadaan ambulans laut.
Adapun DID ini seperti saat inovasi TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) masuk inovasi TOP 40.
DID yang didapatkan itu dipakai untuk membangun TOSS Center di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung.
“Namun, hal itu belum bisa berjalan sesuai rencana, karena terjadi pandemi COVID-19,” ungkap Bupati Suwirta.
Ia mengatakan, apabila situasi normal, pengadaan satu unit ambulans laut tidak begitu sulit dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar lebih.
(ITM)




