ERAMADANI.COM, JAKARTA – Indonesia kembali berduka, salah satu pendakwah Agama Islam, Syekh Ali Jaber tutup usia pada Kamis (14/1/21) di RS Yarsi sekitar pukul 08:30 WIB.
Habib Abdurrahman Alhabsyi selaku Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber mengumumkan kabar duka tersebut melalui Instagram yayasan.
“Kita ikhlaskan kepulangan beliau kepada Rabbnya.
Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau.”
Abdurrahman dalam Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber, Kamis (15/1/21)
Habib Abdurrahman juga meminta masyarakat untuk mendoakan kepergian Syekh Ali Jaber.
Melansir dari kumparan.com, sebelumnya, Syekh terkonfirmasi postif Covid-19 sejak akhir Desember 2020.
Beliau sempat melakukan isolasi mandiri, tetapi lantaran kondisi sesak napas akhirnya keluarga membawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Syekh Sempat Minta Doa Masyarakat Indonesia untuk Kesembuhannya
Syekh Ali Jaber sempat merekam sebuah video pada awal masa perawatan, Beliau mengabarkan kondisinya dan meminta kepada masyarakat agar mendoakan untuk kesembuhannya pula.
Rekaman itu ada dalam akun Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber, pada Selasa (28/12/20).
Meski begitu, beberapa hari kemudian, kondisi beliau menurun dan harus masuk ICU untuk dipasang ventilator.
“Saya harap semua keluarga dan sahabat dan jemaah tolong doakan biar Allah berikan yang terbaik, mudah-mudahan ujian ini berlalu,” kata Syekh dalam unggahan video tersebut.
“Tidak kuat lagi untuk karantina mandiri, saya langsung dibawa lari ke rumah sakit, sekarang saya dirawat dan Alhamdulilah keadaan bisa dikatakan stabil walau masih sesak napas,” sambungnya.
Syekh mengaku jarang bertemu dengan orang maupun mendatangi kerumunan. Sementara apabila harus bertemu dengan seseorang pun, beliau tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Kalau sudah ditakdirkan oleh Allah pasti datang ujian, mudah-mudahan melalui ujian ini saya dapat diampuni segala dosa dan dinaikkan derajat dan menjadi hikmah dan pembelajaran,” tuturnya waktu itu.
Sementara itu, pada Kamis (31/1/20) kondisi beliau memburuk dan harus menerima perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU).
Lantas pada Senin (4/1/21) kondisi Syekh membaik walau masih harus istirahat total di ICU.
Akan tetapi, ternyata pada Kamis (14/1/21) kabar duka datang, ulama penghapal Al-Qur’an itu tutup usia pagi ini dalam kondisi negatif Covid-19.
“Telah wafat guru kita, SYEKH ALI JABER (Ali Saleh Mohammed Ali Jaber) Di RS Yarsi Hari ini,
14 Januari 2021, 1 Jumadil Akhir 1442 H jam 08.30 WIB dalam keadaan negatif covid.
Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau.”
Yayasan Syekh Ali Jaber
Wasiat Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber pernah mengungkapkan keinginannya untuk dimakamkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, apabila meninggal di Indonesia.
Keinginan itu Almarhum sampaikan dalam beberapa kali kesempatan, saat live Instagram pada akun resmi beliau dan saat ceramah di YouTube.
“Bahkan saya bercita-cita ya Allah walaupun saya memilih dan memohon memilih meninggal di Madinah,
tapi ya Allah kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok.”
Syekh Ali Jaber dalam ceramahnya
“Kakek Ibu saya berada di Lombok, saudara dari kakek semua lahir di Lombok. Mereka bersama orang Sasak melawan penjajah,” tuturnya.
Almarhum rela hijarh dari Madinah ke Indonesia untuk melaksankan dakwah, beliau juga sudah berkewarganegaraan Indonesia.
“Walaupun saya lahir dan besar di Arab, tapi InsyaAllah darah saya dipastikan darah Indonesia,” pungkasnya.
Dari Madinah ke Indonesia, Sebarkan Agama Rasullullah
Syek Ali Jaber merupakan anak pertama dari 12 bersaudara. Beliau lahir di Madinah, Arab Saudi pada 3 Februari 1967. Ayahnya, merupakan seorang penceramah agama.
Saat usia beliau baru menginjak 10 tahun, Syekh sudah hafal seluruh ayat Al-Qur’an, bahkan, pada usia 13 tahun sudah menjadi imam masjid di Kota Madinah.
Syek Ali Jaber juga menyelesaikan pendidikan formalnya di Arab Saudi. Lulus dari MI pada 1989, melanjutkan ke MtS dan lulus pada 1995. Setelah itu, mempelajari Al-Qur’an di Masjid Nabawi Madinah.
Syekh hijrah ke Indonesia pada 2008. Terbang ke Lombok, NTB dan menjadi guru tahfiz Al-Qur’an, imam masjid, hingga menjadi khatib di Masjid Agung Lombok.
Di tempat itu juga, Syekh menemukan istrinya, Umi Dina. Syekh dan Umi Dina mendapat karunia seorang anak bernama Hasan.
Sementara itu, nama Syekh Ali Jaber naik daun saat beliau menjadi imam di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta.
Syekh juga kerap menjadi imam salat Idulfitri. Mulai dari situ, syiar Islam yang beliau sebarkan mendapatkan tempat di hati masyarakat.
Hingga pada akhirnya beliau keliling Indonesia untuk berdakwah. Pada tahun 2011, upaya beliau dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia mendapatkan apresiasi dari Presiden SBY.
Syekh pun mendapat kewarganegaraan dan resmi menjadi WNI. Kemudian dakwah beliau kerap menghiasi layar kaca televisi.
Beliau pernah menjadi pemeran di film Surga Menanti pada 2016 dan aktif menjadi juri di program TV Hafiz Indonesia. (ITM)




