ERAMADANI.COM – Sekolah Menengah Pertama Negeri 216 Jakarta menanggapi viralnya video empat remaja yang mengolok-olok korban genosida Israel di Palestina. Kelompok remaja tersebut tampak makan di sebuah restoran cepat saji di Jakarta, yang diduga masuk dalam daftar boikot.
Mereka melontarkan lelucon bahwa makanan dan minuman tersebut adalah, “Daging dan darah anak Palestina.”
Warganet yang penasaran dengan video tersebut menyebarkan informasi bahwa para remaja ini adalah siswa SMPN 216. Melalui akun Instagram @smpn_216, pihak sekolah membantah informasi tersebut.
Pihak sekolah menyatakan bahwa empat orang dalam video tersebut bukanlah siswa SMPN 216 Jakarta. Merekam dan mengunggah video serta pemilik akun Instastory tersebut adalah salah satu siswa kelas 9 SMPN 216 Jakarta, yang juga teman mereka.
“Setelah mendalami perihal video yang sudah beredar, kami dari pihak sekolah sangat menyayangkan dan mengecam perilaku dalam video tersebut,” kata perwakilan SMPN 216 Jakarta.
Melansir dari news.republika.co.id, Pihak sekolah telah memanggil siswa yang bersangkutan beserta orang tuanya. Pihak sekolah mendesak siswa tersebut untuk membuat klarifikasi dan permintaan maaf kepada semua orang yang merasa dirugikan atas perbuatan yang dilakukan. “Kami pihak sekolah selalu mengajarkan dan menjunjung tinggi sikap toleransi. Demikian klarifikasi ini kami sampaikan,” kata pengelola SMPN 216 Jakarta.
Sebelumnya, sejumlah remaja perempuan merekam aktivitas makan di sebuah restoran sambil mengolok-ngolok penderitaan anak Palestina. Video yang diunggah di akun Instastory itu dengan cepat menyebar dan viral di media sosial. Warganet marah dan mengecam perilaku tidak beretika dari remaja tersebut.
Seorang remaja berkacamata sambil bercanda menyantap ayam goreng mengatakan, “Tulang anak Palestina.” Sementara, Remaja perempuan menambahkan sambil mencocol saus, “Darah anak Palestina.”
Klarifikasi SMPN 216 Jakarta:
Menindaklanjuti video yang beredar, kami dari pihak sekolah mengklarifikasi bahwa:
- Kejadian tersebut terjadi di luar jam sekolah pada hari Minggu siang, 9 Juni 2024, setelah mereka pulang dari tempat ibadah dan makan siang di restoran cepat saji.
- Empat orang dalam video tersebut bukanlah siswa SMPN 216 Jakarta.
- Merekam dan memposting serta pemilik akun Instastory tersebut adalah salah satu siswa kelas 9 SMPN 216 Jakarta, yang juga teman mereka.
- Kami dari pihak sekolah sangat menyayangkan dan mengecam perilaku dalam video tersebut.
- Kami telah memanggil siswa yang bersangkutan beserta orang tuanya dan mendesak siswa tersebut untuk membuat klarifikasi dan permintaan maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan.
- Kami pihak sekolah selalu mengajarkan dan menjunjung tinggi sikap toleransi.
Kini, akun Instagram yang mengunggah video sudah digembok. Dalam tangkapan layar yang beredar, remaja perempuan tersebut sempat meminta maaf akibat ulahnya tersebut.




