ERAMADANI.COM – Ketua Pemuda ICMI Bali Muhammad Zainal Abidin., S.H., CCL., CLI., yang juga mejabat sebagai Ketua Komisi Hukum dan Per UU MUI Bali mengecam keras serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. MUI menilai serangan ini membuat Board of Peace (BoP) tak berguna.
Ia menilai serangan ini menjadi bukti konkret Presiden AS Donald Trump sejatinya perusak atau penghancur perdamaian.
Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei merupakan babak baru dan konflik bersenjata di dunia, apakah ini menjadi momentum pembuka Perang Dunia ketiga atau tidak, menurut kajian Zainal tergantung kepada peran serta sekutu aktif dari Iran yaitu Cina dan Rusia, terutama Cina karena posisi iran sangat strategis untuk posisi kekuatan geopolitik dunia dari cina dengan sekutunya.
Selain itu Zainal mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk menegakkan amanah konstitusi dan menegakkan hukum internasional serta memperjuangkan penyelesaian damai berbasis keadilan.
“Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran adalah ancaman nyata bagi upaya memperkuat perdamaian sejati dan ketertiban dunia. Bukan saja Iran yang telah dikorbankan oleh ambisi hegemonik-imperialistik Israel-Amerika, sehingga agresi yang dilakukan terang terangan oleh Amerika dan Israel menjadi dasar yg legitimite untuk indonesia tidak tergabung dan keluar dari BOP karena substansi yang akan di perjuangkan akan menjadi harapan fatamorgana.
Indonesia harus bersikap tegas dengan prinsip bebas aktif Indonesia. Berdiri diatas keadilan dan menentang penjajahan diatas dunia.

