ERAMADANI.COM – Pernah nggak sih, Ayah dan Bunda merasa khawatir saat si kecil dibilang “berbeda” atau sulit mengikuti pelajaran di sekolah? Rasanya pasti campur aduk, antara sedih dan bingung harus bagaimana.
Tapi, cerita dari Kelvin Narendra bakal bikin kita semua sadar: Setiap anak punya “tombol” suksesnya masing-masing.
Dari “Ditolak” Sekolah Hingga Jadi Juara Dunia I Gede Kelvin Narendra Van Veggel, bocah blasteran Indo-Belanda berusia 10 tahun ini, bukan anak biasa.
Dia adalah pejuang Dyslexia dan ADHD. Dulu, dunia sekolah terasa sangat keras buat Kelvin. Dia sempat dipandang sebelah mata, bahkan harus pindah sekolah karena lingkungan lamanya nggak paham cara menangani potensinya yang unik.
Tapi siapa sangka? Di balik kesulitan mengeja dan fokus yang mudah teralihkan, Kelvin justru punya imajinasi luar biasa.
Lewat barisan kode (coding), dia menemukan “bahasa” untuk berbicara kepada dunia.
Coding: Tempat Kelvin Menemukan “Sihirnya” Berkat bimbingan intens di Timedoor Academy Denpasar, Kelvin berhasil membuktikan kalau ADHD dan Disleksia bukan hambatan.
Justru, cara kerja otaknya yang “berbeda” itu jadi kekuatan kreatif yang nggak dimiliki orang lain!
Hasilnya? Game buatannya yang berjudul “Neon Tokyo City Defender” sukses menyabet gelar The Best Animation Award 2025 di ajang internasional Scratch Olympiad.
Keren banget,kan?
Kuncinya: Lingkungan yang Mendukung
Sekarang, Kelvin bersekolah di Trihita Alam Eco School Bali dan asahan teknis di Timedoor Academy inilah yang membentuk Kelvin menjadi sosok tangguh yang kini dinobatkan sebagai nominee Digital Rising Star.
Di sana, dia nggak dipaksa jadi “sama” dengan anak lain, tapi dihargai keunikannya. Inilah yang kita butuhkan sebagai orang tua: kolaborasi antara sekolah yang suportif dan tempat les yang mengasah skill teknis anak.
Mimpi Besar untuk Indonesia
Kelvin nggak cuma pengen juara buat dirinya sendiri. Bocah hebat ini punya mimpi yang bikin merinding:
“Saya ingin membawa nama Indonesia lebih naik lagi. Harapan saya, Indonesia bisa jadi negara teknologi terbaik di dunia,” ucapnya dengan penuh percaya diri.
Yuk, Dukung Aset Bangsa Ini.
Keluarga Kelvin berharap pemerintah dan kita semua lebih peduli pada anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan “kurang”, mereka hanya “berbeda” dan seringkali menyimpan permata terpendam yang butuh dipoles.
Saat ini, Kelvin sedang berjuang dalam nominasi Digital Rising Star dari Timedoor Academy.
Yuk, kita berikan dukungan dan suara kita untuk Kelvin! Mari kita tunjukkan kalau Indonesia bangga punya talenta seperti dia.




