ERAMADANI.COM, DENPASAR – Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian hari ke dua, Warga Negara Asing (WNA) yang hilang di Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung.
WNA yang belum diketahui identitasnya tersebut, dikabarkan terseret ombak saat berenang di Pantai Batu Bolong, Desa Canggu.
Dalam hal itu, sebanyak 13 personil telah diberangkatkan ke lokasi tempat WNA tergulung ombak dan hilang di pantai sejak pagi tadi, Minggu (19/07/2020).
Hal ini disampaikan oleh, Gede Darmada, S.E., M.AP. selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali).
“Kami terima laporan hari Jumat kemarin pukul 18.55 Wita dan langsung menggerakkan personil ke lokasi namun hingga 2 hari (hari ini) belum kita temukan,” jelasnya.
Dalam kejadian itu, pelapor atas nama Nyoman Rizal menyebutkan perkiraan waktu kejadian sekitar pukul 18.30 Wita.
Dikarenakan situasi atau kondisi di lokasi gelap dan tidak memungkinkan dilakukan penyisiran di laut.
Maka tim dengan alat penerangan melakukan pencarian di sepanjang bibir pantai Batu Bolong.
“Tim sebelumnya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dan juga masyarakat setempat terkait kejadian tersebut,” sebutnya
“Selain itu juga mencoba menggali informasi WNA tersebut, khususnya posisi dimana korban tenggelam,” tambahnya.
Dalam keterangannya Gede Darmada menjelaskan pada hari Sabtu (18/07/2020), ada 4 orang menyisir daratan.
Sementara itu SRU laut melibatkan 9 orang menggunakan 1 unit rubber boat dan 2 unit jetski.
“Kemarin SRU laut bergerak dari Pantai Patra pada pukul 07.30 Wita menuju seputaran lokasi korban tenggelam,” lanjutnya.
Sampai dengan saat ini tim SAR masih melakukan pencarian karena belum ditemukan tanda-tanda keberadaannya.
“Untuk identitas korban kami masih menggali informasi dan semalam juga sudah koordinasi dengan pihak hotel dimana ia menginap namun belum kita temukan,” tutupnya.




