ERAMADANI.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar menunda pelaksanaan sekolah tatap muka untuk SD dan SMP hingga Maret 2021. Hal ini terungkap saat Komisi IV DPRD Kota Denpasar menggelar pertemuan bersama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar, I Wayan Duaja memimpin langsung pertemuan yang berlangsung di ruang sidang DPRD Kota Denpasar itu.
Melansir dari bali.tribunnews.com, pada kesempatan yang sama, Kadisdikpora Denpasar, I Wayan Gunawan memaparkan beberapa faktor penting yang harus menjadi perhatian dalam proses belajar tatap muka.
Empat Alasan Kota Denpasar Tunda Sekolah Tatap Muka
Pertama, faktor terkait risiko penularan atau penyebaran Covid-19.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar, tingkar risiko penyebaran Covid-19 di Denpasar sebesar 26,3 persen.
Kondisi ini sangat berbahaya bagi anak anak di tingkat SD maupun SMP.
“Bayangkan jika anak-anak positif Covid-19,
mereka harus diisolasi atau masuk rumah sakit tanpa pendampingan,
bagaimana kondisi psikis mereka, sehingga kami mengutamakan kesehatan anak.”
Kadisdikpora Denpasar, I Wayan Gunawan
Kedua, faktor terkait kesiapan fasilitas kesehatan yang sesuai dengan protokol kesehatan.
Apabila nantinya ada siswa yang positif terpapar Covid-19, maka pihak Disdikpora pun harus mempersiapkan rumah singgah yang layak anak.
Ketiga, faktor kesiapan pihak sekolah yang harus mempersiapkan protokol kesehatan, termasuk jarak tempat duduk siswa yakni minimal 1,5 meter.
Keempat, akses untuk melakukan pembelajaran daring. Dengan sudah efektifnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) seiring berjalannya waktu, maka sekolah tatap muka tidak perlu terlaksana dengan tergesa-gesa.
“Apabila akses untuk pembelajaran daring sudah bagus, kenapa kita harus tatap muka dengan mengambil risiko. Ini juga perlu pertimbangan,” kata Gunawan.
Selain itu, Gunawan juga memaparkan telah melakukan rapat dengan PJ Sekda Kota Denpasar bersama beberapa OPD terkait.
“Berdasarkan rapat tersebut, sebagian besar OPD terkait mengharapkan untuk menunda pembelajaran tatap muka sampai Maret 2021.
Sambil menunggu cukup melakukan simulasi tatap muka.”
I Wayan Gunawan
Dalam simulasi ini akan memilih beberapa sekolah, siswa, dan guru yang telah memenuhi syarat, yakni yang termasuk dalam wilayah zona hijau dan maksimal zona kuning.
Sekolah-sekolah itu pun harus menyiapkan sarana protokol kesehatan yang lengkap. (LWI)




