ERAMADANI.COM, DENPASAR – Komite IV DPD RI Dapil Bali, Bambang Santoso melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, dalam rangka pemantauan pelaksanaan kebijakan stimulus ekonomi dampak pandemi Covid-19, serta pemantauan pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi Bali.
Bertemu langsung dengan Kepala BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho beserta jajarannya dalam ruang rapat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Bambang Santoso sampaikan apresiasinya.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan kebijakan stimulus ekonomi Pemulihan Ekonomi Nasional.
Kami ingin memastikan semua kebijakan pemerintah dalam mengurangi dampak pandemi Covid-19 benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat,
karena pemerintah telah memberikan anggaran yang cukup besar.”
Komite IV DPD RI Dapil Bali, Bambang Santoso, Kamis (15/10/20).
ia pun memberikan dukungan pada lembaga keuangan dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan khususnya Bali.
Komite IV DPD RI Dapil Bali Berkomitmen Kawal Kebijakan Pemerintah
Bambang Santoso berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah untuk pemulihan ekonomi.

Sementara mengenai masukan perbankan terkait jangka waktu penempatan dana pemerintah dalam perbankan yang durasi paling lama hanya selama 6 bulan, hendaknya penempatan dana pemerintah dapat lebih panjang.
Dengan begitu, perbankan dapat dengan leluasa dalam menyalurkan kredit.
Jika bisa lebih lama, maka masyarakat pun bisa lebih lama menikmati bunga kredit murah dari perbankan.
Dalam hal ini Bank Indonesia sebagai mitra kerja Komite IV DPD RI melaksanakan pengawasan terhadap UU Nomor 2 Tahun 2020.
Adapun UU itu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keungan untuk Penanganan Pandemi Covid-19, dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekenomonian nasional atau stabilitas sistem keuangan.
Triso Nugroho mengatakan Bank Indonesia Bali bersama mitra DPD RI Dapil Bali akan terus melakukan koordinasi dalam pengendalian inflasi daerah.
Tidak hanya itu, tetapi juga memberikan optimisme kepada masyarakat Bali.
Lantaran mereka paling terdampak ekonominya terutama yang bekerja pada sektor pariwisata.
“Untuk pariwisata harus dapat suntikan pinjaman. Pengusaha-pengusaha pariwisata harus dipertahankan, bisa dengan pinjaman modal dan lainnya,” ujar Triso Nugroho.
Dalam hal ini, semua pihak khususnya lembaga jasa keuangan harus bersinergi untuk melaksankan kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. (ZAN)




