• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Khasiat Kopi

Sajian Kopi yang memiliki sejarah panjangnya di masyarakat dunia

Khasiat Kopi dalam Kajian Ibnu Sina dan Peta Penyebarannya

benlaris by benlaris
in Berita, Budaya, Inspirasi, Kabar, Mancanegara, Opini, Sejarah
0 0
0
348
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM – Bagaimanapun, pembicaraan ilmiah tentang khasiat kopi sudah diselidiki terlebih dahulu. Pada abad ke-10, ilmuwan genius Ibnu Sina membahas efek kopi dalam perspektif medis melalui karyanya, al-Qanun fi al-Tibb.

Dilansir dari Republika.co.id, ahli kedokteran yang wafat pada 1037 itu menerangkan bahwa kopi berasal dari Yaman dan sudah banyak ditanam di Jazirah Arab dan sekitarnya pada zamannya hidup.

Lebih jauh, Ibnu Sina juga mengklasifikasi jenis-jenis kopi. Menurutnya, kopi yang baik dan unggul mesti berwarna kuning dan bobotnya ringan. Adapun kopi berwarna putih dan cenderung berat adalah yang buruk.

Dia mengakui beberapa manfaat meminum air kopi, semisal dapat mempertahankan kesehatan tubuh, membuat kulit menjadi bersih, dan mengurangi kelembapan kulit. Aroma kopi juga dinilainya menstimulus kesehatan tubuh dan pikiran.

Selain kelompok sufi, para jamaah haji juga berjasa dalam memopulerkan kopi ke seluruh dunia. Abdul Qadir al-Jaziri, yang menulis Umdat Al-Safwa pada 1587, menceritakan penyebaran kopi di dunia Islam. Katanya, kopi sampai di Makkah pada abad ke-15.

Khasiat Kopi dan Sebarannya

Kedai-kedai kopi marak bermunculan di kota yang selalu ramai tiap musim haji. Pengunjungnya tidak hanya dari kalangan warga setempat, tetapi para jamaah haji dari berbagai negeri. Mereka mencicipi kopi dan terkesan akan rasa minuman tersebut.

Abdul Qadir juga menuliskan ihwal persiapan, penggunaan, kebaikan, dan manfaat dari meminum kopi. Dikatakannya pula, setelah kopi mencapai Makkah dan Madinah, para jamaah haji dan para pedagang menyebarkannya ke wilayah Islam lainnya.

Hanya saja, keberadaan kedai-kedai mulai mengundang kecurigaan rezim penguasa. Ada tuduhan bahwa kedai berperan sebagai titik temu kelompok-kelompok yang ingin menghasut tatanan politik masyarakat. Karenanya, cukup banyak kedai yang dipaksa tutup, termasuk kasus pada 1511.

Benih-benih dari apa yang kini marak disebut sebagai parisian café sudah tampak pada zaman keemasan Islam. Abdul Qadir dalam karyanya tersebut menyuarakan arti penting kedai-kedai kopi sebagai tempat pertemuan publik.

Di dalamnya, orang-orang dapat bertemu, mengobrol, bertukar pikiran, atau bahkan mengadakan diskusi tentang suatu persoalan publik. Tidak mengherankan bila kedai-kedai kopi pada masa itu banyak menjadi magnet bagi kaum Muslim dari kalangan cendekiawan dan penulis.

Kopi menjadi minuman yang terkenal hampir di seluruh negeri Arab yang dikuasai Dinasti Turki Usmani. Sebut saja, Mesir, Suriah, dan Irak. Sumber menga takan, kopi masuk ke Mesir melalui tangan seorang mahasiswa asal Yaman yang belajar di Universitas al-Azhar pada abad ke-16.

Dia membawa bahan minum an itu untuk membantu meningkatkan stamina saat berzikir dan belajar tiap malam. Di Turki sendiri, kedai kopi pertama bernama Kiva Han yang berdiri di Istanbul pada 1475. Sejak abad ke-17, popularitas kopi mulai menggurita hingga ke Eropa, melalui Venice, Marseilles, Amsterdam, London dan Wina. (ZAN)

Tags: ArabIbnu SinakopiKulinerMakananWarisan Dunia
Previous Post

JPMI Denpasar Kupas Strategi Bisnis Ke Hongkong

Next Post

Konser Dialog Dini Hari, Ratusan Muda-Mudi Sesaki “Tukad Korea”

benlaris

benlaris

Next Post
Konser Dialog Dini Hari

Konser Dialog Dini Hari, Ratusan Muda-Mudi Sesaki "Tukad Korea"

serifikasi halal

Penjelasan Perubahan Otoritas Sertifikasi Halal Dari MUI ke BPJPH

radikalisme

Kapolresta Denpasar Kaji Paham Radikalisme Pada Pemuda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.