• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Keutamaan Hari Jumat dan Doa-Doa Mustajab Rasulullah SAW

Keutamaan Hari Jumat dan Doa-Doa Mustajab Rasulullah SAW

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
334
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hari Jumat, dalam ajaran Islam, memiliki kedudukan istimewa dan penuh berkah. Sebagai hari yang mulia, umat Muslim dianjurkan untuk memaksimalkan amal ibadah, salah satunya dengan memperbanyak doa. Keyakinan akan terkabulnya doa di hari Jumat berlandaskan pada kepercayaan akan dibukanya pintu rahmat Allah SWT dan pengabulan doa-doa hamba-Nya yang bertaqwa. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai waktu-waktu mustajab untuk berdoa di hari Jumat serta beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Waktu Mustajab Doa di Hari Jumat: Perbedaan Pendapat dan Dalilnya

Hadits Rasulullah SAW menyebutkan, "Pada hari Jumat terdapat suatu saat, jika seorang muslim salat pada saat itu dan memohon sesuatu, niscaya Allah akan mengabulkan." Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu spesifik "saat mustajab" tersebut.

Pendapat Pertama: Antara Duduk Imam hingga Selesai Salat Jumat

Pendapat ini berpegang pada hadits riwayat Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’aari. Abdullah bin Umar, dalam hadits tersebut, menanyakan kepada Abu Burdah tentang informasi yang didengarnya dari Rasulullah SAW mengenai waktu mustajab berdoa di hari Jumat. Abu Burdah menjawab telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Waktu tersebut adalah antara duduknya imam hingga salat selesai dikerjakan." Hadits ini menunjukkan bahwa momen khusyuk jamaah salat Jumat, khususnya saat imam duduk di mimbar menyampaikan khutbah hingga selesai salat, merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa. Energi spiritual yang terpancar dari jamaah yang khusyuk beribadah dipercaya akan memperkuat penerimaan doa. Para ulama berpendapat, momentum ini merupakan puncak kedekatan hamba dengan Tuhannya, sehingga doa-doa yang dipanjatkan pada saat tersebut memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Keheningan dan konsentrasi jamaah menciptakan suasana yang kondusif untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Keutamaan Hari Jumat dan Doa-Doa Mustajab Rasulullah SAW

Pendapat Kedua: Setelah Salat Asar hingga Matahari Terbenam

Pendapat kedua menyebutkan waktu mustajab setelah salat Asar hingga matahari terbenam. Pendapat ini didukung oleh riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dari Abdullah bin Salam. Abdullah bin Salam menceritakan bahwa ia pernah berkata kepada Rasulullah SAW, "Sungguh kami mendapati dalam kitab Allah (Taurat) bahwa pada hari Jumat terdapat waktu yang tidaklah bertepatan seorang hamba mukmin salat dan meminta sesuatu kepada Allah SWT, melainkan Allah SWT akan menunaikan kebutuhannya." Rasulullah SAW kemudian mengisyaratkan bahwa waktu tersebut singkat. Abdullah bin Salam kemudian bertanya mengenai waktu spesifik tersebut, dan Rasulullah SAW menjawab, "Ia adalah waktu penghujung hari." Hadits ini menunjukkan bahwa waktu menjelang magrib juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Momen pergantian hari, dari siang ke malam, diyakini sebagai waktu yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Suasana senja yang tenang dan damai dapat menjadi media refleksi diri dan pendekatan spiritual yang mendalam kepada Allah SWT.

Perbedaan pendapat ini tidaklah mengurangi keutamaan hari Jumat sebagai hari yang penuh berkah. Kedua pendapat tersebut menunjukkan bahwa sepanjang hari Jumat, khususnya pada momen-momen tertentu, Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesungguhan hati dalam berdoa, disertai dengan amal saleh dan taubat yang tulus.

Doa-Doa Mustajab Rasulullah SAW di Hari Jumat

Selain waktu mustajab, amalan doa-doa tertentu yang diajarkan Rasulullah SAW juga dipercaya dapat memperkuat penerimaan doa di hari Jumat. Berikut beberapa di antaranya:

1. Doa di Pagi Hari Jumat Sebelum Salat Subuh

Anas bin Malik RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa di pagi hari Jumat sebelum salat Subuh mengucapkan doa berikut: ‘Aku memohon ampun kepada Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Hidup Abadi lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya,’ sebanyak tiga kali, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya, sekalipun banyaknya seperti buih laut."

Doa tersebut berbunyi: "أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ" (Arab) atau "Astaghfirullahalladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum, wa atubu ilaihi" (Latin). Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Hidup Abadi lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya." Pengulangan doa ini sebanyak tiga kali menunjukkan kesungguhan dan ketekunan dalam memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT. Keutamaan doa ini terletak pada janji pengampunan dosa yang diberikan oleh Rasulullah SAW, meskipun dosa-dosa tersebut sangat banyak.

2. Doa Saat Memasuki Masjid di Hari Jumat

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW, saat memasuki masjid di hari Jumat, berdiri di tengah kedua sisi pintu masjid, kemudian berdoa: "اللهمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَوْجَهِ مَنْ تَوَجَّهَ إِلَيْكَ، وَأَقْرَبِ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَيْكَ، وَأَعْظَمِ مَنْ سَأَلَكَ، وَأَرْغَبِ إِلَيْكَ يَا اللهُ" (Arab) atau "Allahumma j’alni min awjahi man tawajjaha ilaika wa min aqraba wa min afdhal, Allahumma j’alni aqrraba man taqarraba ilaik, wa awjaha man tawajjaha ilaik, wa anjaha man sa’alaka wa raghiba ilaika ya Allah" (Latin). Artinya: "Ya Allah, jadikanlah diriku orang yang paling bertaqarrub kepada-Mu, orang yang paling menghadap kepada-Mu, orang yang paling berhasil, dan paling berharap kepada-Mu, wahai Allah." Doa ini menunjukkan kerendahan hati dan harapan yang besar akan terkabulnya doa dan tercapainya kedekatan dengan Allah SWT. Membaca doa ini saat memasuki masjid di hari Jumat menunjukkan niat yang tulus untuk beribadah dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Perbanyak Shalawat Nabi SAW di Hari Jumat

Selain doa-doa di atas, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk memperbanyak shalawat kepadanya di hari Jumat. Hadits riwayat Imam Nasai dan Ibnu Majah melalui Aus ibn Aus RA menyebutkan, "Sesungguhnya termasuk hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat, maka perbanyaklah oleh kalian membaca shalawat untukku pada hari itu. Sesungguhnya shalawat kalian ditampakkan di hadapanku." Hadits ini menekankan pentingnya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan, kecintaan, dan rasa syukur atas segala kenabian dan perjuangan beliau. Shalawat juga dipercaya sebagai wasilah untuk mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak.

Kesimpulan

Hari Jumat merupakan hari yang sangat istimewa dalam Islam. Dengan memperbanyak ibadah, termasuk berdoa pada waktu-waktu mustajab dan membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, umat Muslim berharap akan mendapatkan keberkahan dan pengabulan doa dari Allah SWT. Keikhlasan, kesungguhan, dan amal saleh merupakan kunci utama dalam meraih ridho dan ampunan Allah SWT. Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang keutamaan hari Jumat dan amalan-amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan.

Previous Post

Komnas Haji Desak DPR Segera Tetapkan Biaya Haji 2025: Waktu Mepet, Risiko Maksimalisasi Ibadah Terganggu

Next Post

Menggapai Asa: Doa dan Usaha Menuju Sukses Seleksi CPNS

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Menggapai Asa: Doa dan Usaha Menuju Sukses Seleksi CPNS

Menggapai Asa: Doa dan Usaha Menuju Sukses Seleksi CPNS

Keistimewaan Hari Jumat:  Refleksi, Doa, dan Harapan di Tengah Hiruk Pikuk Kehidupan

Keistimewaan Hari Jumat: Refleksi, Doa, dan Harapan di Tengah Hiruk Pikuk Kehidupan

Mengungkap Keutamaan Membaca Surah Yasin Tujuh Kali: Antara Tradisi, Keyakinan, dan Harapan

Mengungkap Keutamaan Membaca Surah Yasin Tujuh Kali: Antara Tradisi, Keyakinan, dan Harapan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.