ERAMADANI.COM, – Setiap kita pasti pernah mendengar nama penyakit yaitu kanker, sebagian orang menilai kanker adalah penyakit yang membahayakan, untuk itu kamu perlu mengetahui faktor pemicunya.
Jika kamu mengetahuinya dari sekarang, tentu kamu bisa melakukan upaya pencegahan, baik dengan cara menghindari pemicunya maupun melakukan skrining atau deteksi dini.
Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker.
Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian, jika kamu ingin lebih tau, berikut penjelasanya.
Sel tubuh senantiasa membelah diri
Dilansir dari Kumparan.com, tubuh manusia terdiri atas 30-40 triliun sel. Sel ini adalah bagian terkecil yang menyusun organ tubuh yang kemudian membentuk sebuah sistem seperti sistem pencernaan, sistem pernapasan, ataupun sistem reproduksi.
Dengan ukuran yang sangat kecil, yaitu 0,001-0,003 sentimeter, sel-sel tubuh ini senantiasa berkembang dengan cara membelah diri.
Proses ini diatur oleh sebuah sistem, yang juga menentukan sel mana yang harus dibuang (mati) karena sudah rusak atau sudah tua.
Adanya pembelahan sel yang tidak wajar
Nah, sistem tersebut dapat mengalami gangguan. Ketika di dalam sel baru terdapat DNA yang rusak namun tidak terdeteksi oleh sistem dan kemudian berhasil membelah diri.
Maka yang selanjutnya terjadi adalah pembelahan sel yang tidak terkendali. Jika sel normal mengikuti siklus pembelahan yang ditetapkan oleh sistem, maka sel abnormal ini tidak dapat dikendalikan lagi oleh sistem.
Sel kanker membutuhkan waktu lama untuk tumbuh
Sel abnormal membutuhkan waktu yang sangat lama untuk akhirnya positif menjadi sel kanker. Itulah mengapa, penderita kanker tidak langsung dapat mengetahui gejalanya karena proses tersebut terjadi selama bertahun-tahun.
Sel kanker dapat menyebar
Sel abnormal dapat berkembang di satu organ saja atau biasa disebut tumor. Sel tumor berkembang dengan sangat lambat dan tidak membentuk sel tumor baru.
Namun, sel tumor ada juga yang bisa terbawa aliran darah dan kelenjar getah bening kemudian berkembang di organ lain. Sel ini membelah dengan sangat cepat. Inilah yang disebut kanker.
Kemunculan sel abnormal
Mutasi gen–istilah yang digunakan untuk menyebut sel yang tumbuh secara abnormal-dapat disebabkan oleh beberapa hal, sebagai berikut:
1. Keturunan
Jika salah satu DNA memiliki gen yang termutasi, maka sel telur yang telah dibuahi juga bisa memiliki sel abnormal yang kelak ada di dalam tubuh anak.
Namun, sel abnormal yang tumbuh di sel selain sel telur dan sel sperma tidak dapat diturunkan ke generasi selanjutnya.
2. Faktor biologis
Jenis kelamin, usia, hingga jenis kulit dapat membuat seseorang lebih rentan terkena kanker dibanding lainnya.
3. Faktor lingkungan
Radiasi sinar ultraviolet adalah salah satu contoh faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya mutasi genetis pada sel, begitu juga dengan radiasi sinar X.
4. Karsinogen
Karsinogen atau zat kimia pemicu penyakit yang satu ini bisa menyebabkan mutasi genetis. Komponen logam, plastik (contoh: vynil chloride), tar (hasil olahan batubara), serat asbes, dan polynuclear hydrocarbon.
5. Bakteri dan virus
Beberapa jenis bakteri dan virus dapat memicu mutasi genetis, antara lain helicobacter pylori (penyebab gastritis), HBV dan HCV (virus penyebab hepatitis), HPV (bisa menyebabkan kanker serviks).
6. Gaya hidup
Merokok merupakan salah satu penyebabnya juga, begitu juga dengan kebiasaan minum alkohol. Makanan dipanggang, dibakar juga dapat menjadi karsinogen karena menghasilkan nitrit dan poly aromatic hydrocarbon.
7. Obat-obatan
Beberapa jenis obat berikut dapat memicu tumbuhnya sel kanker, yaitu obat hormonal, obat yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh, serta obat antikanker.
Dapatkah kanker diobati?
Nah, jika seseorang divonis terkena kanker, maka ada tiga tindakan yang bisa dilakukan yaitu operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi.
Setiap tindakan memiliki risiko dan tidak ada jaminan sel kanker bisa hilang sepenuhnya atau tidak akan muncul lagi.
Namun, tetap ada kemungkinan untuk sembuh sepenuhnya, tergantung pada stadium berapa pengobatan kanker mulai dilakukan serta perawatan pasca-pengobatan.
Selain itu, motivasi untuk sembuh juga mempengaruhi keberhasilan pengobatan, baik motivasi diri sendiri maupun orang lain. (MYR)




