ERAMADANI.COM, INGGRIS – Kepala Satuan Tugas (Vaccine Task Force) Inggris, Kate Bingham, menyatakan bahwa skema hidup normal tidak akan terjadi hingga akhir tahun 2021.
Kate juga mengatakan bahwa vaksin Covid-19 paling awal dapat tersedia pada akhir tahun 2020.
Namun, vaksin apa pun yang telah siap, harus segera diberikan kepada mereka yang rentan sebelum penyebaran ke seluruh dunia.
Kepala Satgas Vaksin itu pun turut mengungkapkan adanya kemungkinan orang yang telah mendapatkan vaksin untuk divaksin kembali.
“Saya pikir sangat tidak mungkin orang akan dilindungi selamanya. Ada kemungkinan juga kita terus memvaksinasi ulang orang, setelah mereka mendapatkan vaksinasi awal untuk mempertahankan kekebalan,” ujarnya, melansir dari cnbcindonesia.com.
Para peneliti Inggris juga memberikan keterangan, meski 270.000 orang seluruh Inggris telah mendaftar untuk studi vaksin, tetapi mereka juga masih membutuhkan ribuan orang lainnya lagi.
Khususnya dari kelompok rentan dan kelompok minoritas.
Dari proporsi secara keseluruhan, kelompok yang telah mendaftar ke National Health Service (NHS) hanya 7%.
Adapun 7% itu terdiri atas 11.000 orang Asia, 1.200 orang kulit hitam, dan yang terbanyak ialah dari orang yang telah berusia lebih dari 65 tahun.
“Para peneliti membutuhkan data dari komunitas yang berbeda dan orang yang berbeda untuk meningkatkan pemahaman tentang vaksin. Satu-satunya cara untuk mendapatkannya adalah melalui uji klinis besar,” jelas Kate Bingham.
Sementara itu, saat ini para peneliti Inggris tengah mempelajari enam jenis vaksin Covid-19 yang berpotensi berbeda.
Namun, masing-masingnya membutuhkan ribuan sukarelawan yang berbeda untuk membantu mempercepat perkembangan. (ERK)




