• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Inilah Situs Bersejarah di Suriah yang Hancur Akibat Konflik

Inilah Situs Bersejarah di Suriah yang Hancur Akibat Konflik

benlaris by benlaris
in Berita
0 0
0
340
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DENPASAR, ERA MADANI – SURIAH adalah negara yang terletak di Timur Tengah berbatasan dengan Turki di sebelah utara, Irak di Timur, Laut Tengah di barat dan Yordania di selatan. Negara beribukota Damaskus yang kini dikuasai rezim Bashar al Assad itu memiliki situs-situs sejarah yang penting.

Konflik yang terjadi antara rezim Assad dan pihak oposisi serta campur tangan pihak asing membuat warga sipil termasuk rumah dan bangunan bersejarah di sana terancam hancur.  Sebagian bahkan sudah benar-benar hancur akibat konflik yang sudah berlangsung sejak 2011 lalu.

Dilansir islampos.com Berikut ini beberapa situs sejarah yang sudah menjadi korban dalam konflik Suriah tersebut:

1. Dua Makam Kuno di Palmyra

Kelompok ISIS meledakkan dua makam kuno yang merupakan situs Islam bersejarah di Kota Palmyra, Suriah. Yang pertama adalah makam Muhammad bin Ali, salah satu keturunan Ali bin Abi Talib, keponakan sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW. Dan yang lainnya adalah kuil Shagaf, atau Abu Behaeddine, seorang tokoh agama dari Palmyra yang berusia hampir 500 tahun.

Kota Palmyra itu sendiri merupakan sebuah kota warisan budaya dunia UNESCO yang berusia 2.000. Sebelum pecahnya konflik pada tahun 2011, Palmyra merupakan destinasi wisata yang terkenal di Suriah. Pengunjung dari berbagai belahan dunia datang ke Palmyra untuk menyaksikan berbagai keindahan peninggalan kebudayaan kuno Islam dan Romawi.

Kota Palmyra berada di timur laut Damaskus. Reruntuhan Romawi di kota tersebut menggabungkan seni Yunani-Romawi dengan pengaruh Persia. Karena penggabungan itu, UNESCO sampai menasbihkan reruntuhan tersebut sebagai salah satu pusat kebudayaan paling penting dari dunia kuno.

2. Museum Arch of Triumph

Arch of Triumph dikenal sebagai “Mutiara Padang Pasir”, sebuah oasis tua di Kota Palmyra terletak di sekitar 201 kilometer sebelah timur laut Damaskus sangat populer menjadi tempat pemberhentian bagi para pelaju yang melakukan perjalanan pada Jalur Sutera. Menurut keterangan kepala benda purbakala Suriah kepada media massa, Senin (5/10/2015), Arch adalah salah satu situs kuno yang sangat terkenal di Palmyra sekaligus pusat kota bangsa Suriah dengan sebutan “Bride of the Desert”. Kawasan bersejarah itu dikuasai ISIS sejak Mei 2015. Museum Arch of Triumph yang berusia 2.000 tahun  pun dihancurkan oleh kelompok tersebut.

3. Kota Kuno Allepo

Citra satelit menunjukkan kerusakan luas dialami situs kuno di Aleppo pada 2014. Pantauan sebelum dan sesudah analisis selama 2011-2014 juga menunjukkan kerusakan di beberapa masjid bersejarah di Suriah, seperti Masjid Agung Aleppo, Souq al-Madina, Hammam Yalbough an-Nasry, dan Khusruwiye. Banyak sekolah alquran dan bangunan bersejarah lainnya di selatan dan utara Suriah rusak akibat perang.

4. Peninggalan Raja Abad 13-19 M

Kerusakan parah juga dialami di selatan Suriah. Di daerah tersebut banyak bangunan peninggalan raja dari abad 13-19 Masehi. Teater Romawi kuno di Kota Bosra pun tak lepas dari dampak perang. Pangkalan militer baru dibangun di atas situs arkeologi ini.

5. Situs Crac des Chevaliers

Situs lainnya yang hancur adalah Crac des Chevaliers, benteng yang dibangun Tentara Salib. Benteng ini mengalami kerusakan besar pada bangunan utama dan menara di tenggara benteng. UNESCO pun menempatkan enam situs warisan dunia tersebut pada “Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya” pada 2013 saat perang Suriah telah menewaskan 100 ribu orang dan membuat jutaan orang mengungsi.

“Dari kontak dengan beberapa sumber di Suriah, kami mengetahui bahwa ada kerusakan di beberapa situs di Suriah. Tapi kami tak menyangka kerusakannya sebesar ini,” ujar Direktur Penelitian dan Program, Penn Cultural Heritage Center, University of Pennsylvania Museum of Archaeology and Anthropology Brian Daniels.

Tags: aleppoKerusakanKonflikPalymrasuriahUnesco
Previous Post

Kenapa Mi’raj terjadi di Baitul Maqdis, Bukan di Masjidil Haram?

Next Post

Komunitas Lingkar Peradaban Hadirkan Tengku Zulkifli Usman Isi Kajian Dhuha di Denpasar

benlaris

benlaris

Next Post
Komunitas Lingkar Peradaban Hadirkan Tengku Zulkifli Usman Isi Kajian Dhuha di Denpasar

Komunitas Lingkar Peradaban Hadirkan Tengku Zulkifli Usman Isi Kajian Dhuha di Denpasar

ACT Beri 16.800 Roti Tiap Bulan kepada Pengungsi Syria

ACT Beri 16.800 Roti Tiap Bulan kepada Pengungsi Syria

Gempa Berkekuatan 4,4 SR Berpusat Di Darat Guncang Banjarnegara, Ratusan Bangunan Rusak

Gempa Berkekuatan 4,4 SR Berpusat Di Darat Guncang Banjarnegara, Ratusan Bangunan Rusak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.