ERAMADANI.COM, JAKARTA – Wisata virtual merupakan model pariwisata baru yang muncul akibat dampak pandemi Covid-19. Hampir seluruh pariwisata di dunia ditutup untuk menekan penyebaran virus ini, termasuk pula di Indonesia. Namun, wisatawan yang ingin tetap berlibur ke Indonesia bisa memilih cara lain, yakni dengan berwisata virtual.
Tidak ada akses untuk pergi berwisata bukan berarti kita tidak bisa berwisata ke tempat yang kita inginkan.
Kita bisa menjadikan pariwisata sebagai gaya hidup yang tidak mempermasalahkan apabila kita memiliki keterbatasan untuk dapat datang ke tempat tujuan.
Hal itu bisa diatasi dengan Indonesia Virtual Tour, terlebih di masa pandemi seperti saat ini.
Indonesia Virtual Tour merupakan media yang mempromosikan Indonesia dengan konsep menyimulasikan lingkungan dengan melihat segala sisi, artinya tidak terbatas.
Dapat dikatakan pula sebagai penyedia layanan pariwisata yang membuat wisatawan semakin dekat dengan keindahan Indonesia, dari tempat kita berada dengan konten 360° virtual tour.
Menjelajah dengan virtual tour mampu melepas kerinduan dengan negara 1000 pulau ini, walaupun hanya virtual.
Melalui teknologi virtual, kita dapat mengeksplorasi Indonesia mulai dari setiap kota dan desa.
Empat Kategori dalam Indonesia Virtual Tour
Dilansir dari indonesiavirtualtour.com, wisatawan disuguhkan destinasi wisata yang dibagi menjadi empat kategori.
- Destinasi Wisata
- Destinasi Kawasan
- Destinasi Kota
- Destinasi Desa
Saat ini, dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, yang baru mengembangkan virtual tourism ialah Palembang.
33 provinsi lainnya masih dalam tahap pengembangan yang akan segera diluncurkan.

Sebagai catatan, wisata virtual atau virtual tourism adalah simulasi lokasi yang ada, biasanya terdiri atas rangkaian video atau gambar diam.
Selain itu, juga dapat menggunakan elemen multimedia lain seperti efek suara, musik, narasi, dan teks.
Ini berbeda dengan penggunaan siaran langsung televisi untuk memengaruhi pariwisata jarak jauh.
Istilah “tur virtual” ada sejak 1994, contoh pertama tur virtual adalah tur interpretatif pengunjung museum, yang terdiri atas “walk-through” rekonstruksi 3D Kastil Dudley di Inggris pada 1550, dikutip dari wikipedia.org.
Terdiri atas sistem berbasis laser disk yang dikendalikan komputer, dirancang oleh insinyur yang berbasis di Inggris, Colin Johnson.
Salah satu pengguna pertama tur virtual adalah Ratu Elizabeth II, ketika ia secara resmi membuka pusat pengunjung pada Juni 1994. (LWI)




