• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Eskalasi Konflik Iran-Israel: "Batu Neraka" dan "Ketapel Nabi Daud" Beradu di Medan Perang

Eskalasi Konflik Iran-Israel: "Batu Neraka" dan "Ketapel Nabi Daud" Beradu di Medan Perang

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
332
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Konflik antara Iran dan Israel kembali memanas, mencapai titik kritis dengan pertukaran serangan rudal yang menandai babak baru dalam pertempuran tak terlihat yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Perang ini bukan hanya pertarungan kekuatan militer semata, tetapi juga pertarungan simbolis, tercermin dari penamaan senjata yang digunakan kedua belah pihak. Iran, dengan rudal-rudal balistiknya yang diberi nama "Sejjil," menggerakkan serangannya dengan mengacu pada ayat-ayat suci, sementara Israel, dengan sistem pertahanan udara "David’s Sling" (Ketapel Nabi Daud), berupaya menangkis gempuran tersebut, mengandalkan kekuatan teknologi dan simbol keagamaan yang serupa.

Pada Rabu, 18 Juni 2025, gelombang ke-12 Operasi True Promise III diluncurkan oleh Iran, menandai eskalasi signifikan dalam konflik. Serangan ini, yang dikonfirmasi oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui kantor berita Tasnim, melibatkan penembakan rudal Sejjil, rudal balistik dua tahap dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer. Pernyataan IRGC yang keras bernada ancaman, memperingatkan penduduk Israel untuk meninggalkan wilayah yang diduduki, menggambarkan betapa seriusnya situasi ini. Komandan IRGC bahkan menggunakan metafora dramatis, menggambarkan serangan tersebut sebagai "gerbang neraka" yang akan menghancurkan Israel, mengancam akan menjebak mereka dalam "tempat perlindungan bawah tanah selama berhari-hari tanpa melihat cahaya matahari."

Nama "Sejjil" sendiri bukanlah pilihan yang kebetulan. IRGC secara eksplisit menghubungkan nama rudal ini dengan ayat ke-4 Surah Al-Fil dalam Al-Qur’an. Ayat tersebut menceritakan kisah pasukan Abrahah yang dihancurkan oleh burung ababil yang melemparkan "sijjil," yang diartikan beragam oleh para mufassir. Beberapa menafsirkannya sebagai "tanah liat yang dibakar," sementara yang lain memahaminya sebagai "batu dari neraka." Penggunaan nama ini oleh Iran jelas dimaksudkan untuk memberikan dimensi spiritual dan simbolik pada serangan mereka, menunjukkan keyakinan akan dukungan ilahi dan takdir yang telah ditentukan. Ayat Al-Qur’an yang dimaksud berbunyi:

" Wa arsala ‘alaihim ṭairan abābil
Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl "

Eskalasi Konflik Iran-Israel: "Batu Neraka" dan "Ketapel Nabi Daud" Beradu di Medan Perang

Artinya: "Maka Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar." (QS Al-Fil: 3-4)

Serangan rudal Sejjil ini mengakibatkan kerusakan signifikan di berbagai wilayah permukiman Israel, termasuk kerusakan berat pada markas besar militer di Tel Aviv. Namun, kemampuan Israel untuk menangkis beberapa serangan menunjukkan efektivitas sistem pertahanan udara canggihnya.

Di sisi lain, Israel membalas dengan mengandalkan sistem pertahanan udara lapis baja yang telah lama dikembangkan dan diuji, termasuk Iron Dome, Arrow, dan yang paling relevan dalam konteks ini, David’s Sling. Sistem David’s Sling, yang mulai beroperasi pada tahun 2017, merupakan hasil kerja sama dengan raksasa pertahanan Amerika, Raytheon. Sistem ini dirancang untuk mencegat dan menghancurkan rudal balistik dan rudal jelajah dengan jangkauan antara 40 hingga 300 kilometer. Nama "David’s Sling" (Ketapel Nabi Daud) sekali lagi menunjukkan dimensi simbolik dalam konflik ini. Nama tersebut merujuk pada kisah Nabi Daud AS yang menggunakan ketapel untuk mengalahkan Raja Jalut, seorang raksasa yang dianggap tak terkalahkan.

Kisah Nabi Daud dan Raja Jalut, yang dikisahkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 251, merupakan simbol keberanian, strategi, dan kemenangan yang tak terduga atas kekuatan yang jauh lebih besar. Ayat tersebut berbunyi (terjemahannya beragam, namun inti ceritanya sama):

"(…….) Kemudian Allah menganugerahkan kepadanya (Daud) kerajaan dan hikmah (kenabian); Dia (juga) mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Akan tetapi, Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam." (QS Al-Baqarah: 251, terjemahan bebas)

Tafsir Kementerian Agama RI menjelaskan kisah Nabi Daud yang, sebagai seorang penggembala kambing, dengan keberanian luar biasa menantang Raja Jalut yang kejam dan perkasa. Dengan strategi cerdik, Nabi Daud memanfaatkan ketapelnya – alat sederhana yang biasa digunakannya untuk melindungi kambing-kambingnya – untuk melumpuhkan Jalut dengan membidik celah di antara kedua matanya. Kemenangan Nabi Daud atas Jalut bukan hanya kemenangan fisik, tetapi juga kemenangan strategi dan iman yang kuat.

Penggunaan nama "David’s Sling" oleh Israel menunjukkan kepercayaan diri dan keyakinan mereka akan kemampuan teknologi mereka untuk menangkis serangan Iran. Nama ini juga berfungsi sebagai pesan simbolis, menunjukkan bahwa Israel siap menghadapi ancaman, bahkan ancaman yang tampaknya tak terkalahkan, dengan strategi dan teknologi canggih.

Konflik antara Iran dan Israel, yang diwarnai oleh penggunaan senjata-senjata dengan nama-nama yang sarat makna religius dan historis, menunjukkan bahwa pertempuran ini bukan hanya pertarungan militer semata. Kedua belah pihak menggunakan simbol-simbol keagamaan dan sejarah untuk memotivasi pasukan mereka, memperkuat dukungan publik, dan memberikan dimensi ideologis pada konflik. Pertempuran antara "Batu Neraka" dan "Ketapel Nabi Daud" menunjukkan betapa kompleks dan berlapisnya konflik ini, melampaui perhitungan kekuatan militer semata dan memasuki ranah simbolisme dan ideologi yang mendalam. Eskalasi konflik ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi konsekuensi regional dan internasional yang lebih luas, menuntut perhatian serius dari komunitas internasional untuk mencegah terjadinya konflik berskala besar yang dapat mengancam stabilitas kawasan. Perkembangan selanjutnya dari konflik ini akan terus dipantau dengan seksama, mengingat potensi dampaknya yang signifikan terhadap perdamaian dan keamanan global.

Previous Post

Mahar Pernikahan dalam Islam: Antara Sunnah Rasulullah dan Realitas Sosial

Next Post

Long Weekend Tahun Baru Islam 1447 H: Pemerintah Tetapkan Libur Nasional di Akhir Juni 2025

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Long Weekend Tahun Baru Islam 1447 H:  Pemerintah Tetapkan Libur Nasional di Akhir Juni 2025

Long Weekend Tahun Baru Islam 1447 H: Pemerintah Tetapkan Libur Nasional di Akhir Juni 2025

Organisasi Kerja Sama Islam Gelar Sidang Darurat Atas Serangan Israel ke Iran: Desakan Penghentian Agresi dan Negosiasi Diplomatik

Organisasi Kerja Sama Islam Gelar Sidang Darurat Atas Serangan Israel ke Iran: Desakan Penghentian Agresi dan Negosiasi Diplomatik

Imbauan Kemenag: Jemaah Haji Diimbau Tak Paksa Kunjungan ke Raudhah Tanpa Tasreh

Imbauan Kemenag: Jemaah Haji Diimbau Tak Paksa Kunjungan ke Raudhah Tanpa Tasreh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.