Dunia berduka. Paus Fransiskus, pemimpin spiritual bagi lebih dari satu miliar umat Katolik di seluruh dunia, telah meninggal dunia. Kabar duka ini mengejutkan dan meninggalkan kesedihan mendalam di berbagai penjuru global, termasuk Indonesia. Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Bapak Nasaruddin Umar, turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian tokoh agama yang berpengaruh ini.
"Saya mengucapkan duka cita sedalam-dalamnya atas wafat Paus Fransiskus," ungkap Menag Nasaruddin Umar dalam keterangan persnya pada Senin, 21 April 2025. "Jasa dan persahabatan beliau tidak akan pernah kami lupakan," tambahnya dengan nada penuh penghormatan. Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga memanjatkan doa, memohon agar almarhum Paus Fransiskus mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
"Tentu doa kita semoga beliau mendapat tempat yang layak di sisi-Nya, sesuai dengan kebajikan yang telah dilakukannya selama hidupnya," ujar Menag Nasaruddin Umar, menekankan kebajikan dan amal baik yang telah ditorehkan Paus Fransiskus selama kepemimpinannya.
Kepergian Paus Fransiskus bukan sekadar kehilangan bagi umat Katolik, melainkan juga bagi dunia internasional. Beliau dikenal sebagai sosok pemimpin agama yang gigih memperjuangkan perdamaian, dialog antaragama, dan keadilan sosial. Kepemimpinan Paus Fransiskus telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia, melampaui batas-batas denominasi keagamaan.
Hubungan khusus antara Menag Nasaruddin Umar dan Paus Fransiskus menjadi sorotan di tengah kabar duka ini. Keduanya telah menjalin persahabatan yang erat sejak kunjungan bersejarah Paus Fransiskus ke Indonesia pada tahun 2024. Kunjungan tersebut menandai sebuah babak baru dalam hubungan antaragama di Indonesia, di mana Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara.

Pada tanggal 5 September 2024, sebuah momen bersejarah terukir di Masjid Istiqlal. Menag Nasaruddin Umar, sebagai tuan rumah, menandatangani Deklarasi Istiqlal bersama Paus Fransiskus. Deklarasi ini menjadi simbol kuat dari komitmen bersama untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, dan saling pengertian antarumat beragama. Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin Umar memperkenalkan Masjid Istiqlal kepada Paus Fransiskus sebagai "rumah besar bagi kemanusiaan," sebuah pernyataan yang merefleksikan semangat inklusivitas dan universalitas yang dianut oleh kedua tokoh agama tersebut.
Pertemuan bersejarah ini mendapat perhatian luas dari media internasional, menunjukkan kepada dunia betapa pentingnya dialog antaragama dalam membangun perdamaian global. Simbol Islam dan Katolik, yang selama ini seringkali diposisikan sebagai entitas yang berseberangan, bersatu dalam semangat kemanusiaan universal di Masjid Istiqlal. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan agama tidak menghalangi terciptanya persatuan dan kerja sama demi kebaikan bersama.
"Baru saja (Paus Fransiskus) telah mengunjungi Indonesia, termasuk mengunjungi Masjid Istiqlal dan memberikan pernyataan bersama yang sangat mengglobal," kata Menag Nasaruddin Umar, mengenang kunjungan bersejarah tersebut. Pernyataan bersama yang dimaksud menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama antaragama dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Menag Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya melanjutkan warisan perdamaian yang telah dirintis oleh Paus Fransiskus. Beliau berharap kerja sama antara Indonesia dan Vatikan akan terus berlanjut, dengan semangat dialog, toleransi, dan solidaritas lintas agama sebagai landasannya. Semangat tersebut, yang menjadi ciri khas kepemimpinan Paus Fransiskus, harus terus dipelihara dan dikembangkan untuk menghadapi tantangan global di masa depan.
"Semoga kerja sama kita, Indonesia dan Vatikan, serta wasiat yang telah dirintis Paus Fransiskus dapat kita tindaklanjuti sebagaimana yang telah disepakati," ujar Menag Nasaruddin Umar, mengungkapkan harapannya agar warisan Paus Fransiskus tidak hanya dikenang, tetapi juga diimplementasikan dalam tindakan nyata.
Kepada umat Katolik di Indonesia dan seluruh dunia yang tengah berduka, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penghiburan dan kekuatan. Beliau mengajak semua pihak untuk tetap bersabar dan teguh menghadapi cobaan ini.
"Sekali lagi, kami semuanya, keluarga besar Kementerian Agama dan segenap warga bangsa Indonesia mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Paus Fransiskus," pungkas Menag Nasaruddin Umar, menyatakan duka cita atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia.
Wafatnya Paus Fransiskus merupakan kehilangan besar bagi dunia. Namun, warisan perdamaian, toleransi, dan dialog antaragama yang telah beliau bangun akan terus menginspirasi generasi mendatang. Kunjungannya ke Indonesia, khususnya ke Masjid Istiqlal, akan selalu dikenang sebagai simbol penting dari upaya membangun jembatan persahabatan dan saling pengertian antarumat beragama. Semoga semangat perdamaian dan kemanusiaan yang diusung Paus Fransiskus terus hidup dan berkembang di seluruh dunia. Semoga almarhum Paus Fransiskus mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Amin.


