ERAMADANI.COM, JAKARTA – BLT Subsidi Gaji akan diusahakan cair pada tahun ini oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Sementara sasarannya ialah para pekerja yang belum mendapatkan bantuan tersebut pada gelombang pertama dan kedua pada 2020.
Adapun BLT Subsudi Gaji itu belum teralisasi 100 persen, lantaran sudah adanya penutupan buku anggaran tahun lalu.
Ida Fauziyah menjelaskan bahwa kuota gelombang pertama dan kedua sebelumnya sudah tersalurkan hingga 98,92 persen.
Meski demikian, masih terdapat para pekerja yang belum mendapatkan bantuan tersebut.
Oleh karenanya, Menteri Ketenagakerjaan akan mengajukan lagi dana yang sudah kembali ke kas negara untuk pencairan BLT Subsidi Gaji pada tahun ini.
“Realisasi kita sudah 98,2 persen, jadi hampir 100 persen.
Ada sedikit yang karena sudah tutup buku harus dikembalikan ke kas negara.
Jika memang memenuhi syarat, kami akan ajukan lagi ke Kementerian Keuangan untuk bisa diproses,”
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dalam acara debat virtual ketenagakerjaan 2021, Rabu (17/2/21)
Bantuan ini dari awal terkhususkan untuk para pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan.
Melansir dari kumparan.com, pencairan pada Februari ini menyasar mereka yang memenuhi kriteria sebagai penerima, tapi belum mendapatkan bantuan ini pada dua gelombang sebelumnya.
Rincian Pencairan BLT Subsidi Gaji pada 2020 1. Gelombang I, Agustus-September 2020, BLT Subsidi Gaji sudah tersalurkan pada 12.293.134 orang. 2. Gelombang II, November-Desember 2020, BLT Subsidi Gaji sudah tersalurkan pada 12.244.169 orang.
“Yang tersisa sepanjang memenuhi syarat maka akan kami mintakan kembali kepada Kementerian Keuangan,”
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
Meski demikian, bantuan ini tidak akan berlanjut lagi. Pada tahun ini hanya akan mencairkan subsidi untuk mereka yang belum mendapatkan pada tahun lalu.
Selanjutnya pemerintah akan fokus pada program Kartu Prakerja. Ida Fauziyah menyatakan Kemnaker akan terlibat dalam program di bawah komando Kemenko Bidang Perekonomian ini. (ITM)




