• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Banjir

Banjir Diprediksi Dapat Tingkatkan Penularan Covid-19. - (Foto: megapolitan.kompas.com).

Banjir Dapat Tingkatkan Penularan Covid-19, Bagaimana Bisa?

benlaris by benlaris
in Berita, Kabar
0 0
0
336
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, JAKARTA – Indonesia memasuki periode musim hujan pada akhir Oktober 2020. Puncaknya diprediksi antara Januari hingga Februari 2021. Salah satu yang harus diwaspadai masyarakat ialah bencana banjir. Namun, kala pandemi seperti saat ini, hal buruk lainnya juga turut mengintai, yakni peningkatan penularan Covid-19.

Pada September ini banjir telah melanda beberapa kawasan di Indonesia, termasuk Jakarta yang saat ini sebagai daerah tertinggi Covid-19.

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, bencana banjir yang dihadapi saat ini lebih membahayakan kesehatan.

Menurut seorang ahli virus dari perusahaan air minum Eau De Paris, Sebastian Wurtzer menyampaikan bahwa ada konsentrasi virus Corona di air limbah.

Dilansir dari news.detik.com, sebelumnya ia telah melakukan riset tentang kandungan virus Corona pada air limbah saat wabah Covid-19 merebak.

Dalam kondisi air tergenang dengan waktu yang lama, saluran air tidak mengalir lancar bahkan jamban pun bisa meluap.

Air banjir bisa saja mengandung urine warga dan tentu sangat mungkin mengandung droplet air ludah maupun cairan ingus warga.

“Got-got menyediakan data wabah dalam waktu yang sebenarnya (real-time), karena mereka mengumpulkan tinja dan urine secara konstan dan dapat mengandung virus Corona yang telah menginfeksi manusia,” kata Wutrzer, dilansir dari Science Magazine.

Penanganan Banjir Juga Dapat Tingkatkan Penularan Covid-19

Selain penularannya terjadi pada air got, penularan juga dapat terjadi pada proses penangan banjir tersebut.

Penularan tersebut mudah terjadi lewat interaksi seperti proses evakuasi, pengungsian, pembagian logistik, hingga kondisi WC umum yang digunakan secara bergantian.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh seorang ahli epidemolog dari Universitas Padjadjaran yang kini menjadi kandidat doktoral di Universitas Griffth.

“Banjir punya potensi meninggikan risiko terjadinya penularan, namun penyebabnya tidak secara langsung,” kata epidemiolog Dicky.

Bukan karena air banjirnya yang membawa virus, melainkan karena orang terpaksa berinteraksi lebih dekat dan sering,” sambungnya.

Selama penanganan banjir dilakukan, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 harus tetap ketat diterapkan.

Bahkan dalam keadaan musim hujan pun masyarakat wajib menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun, serta mengusahakan tetap menjaga kondisi saat banjir melanda.

Namun, terkadang kaidah tersebut dalam situasi banjir sulit diterapkan, terutama saat petugas melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir.

Selain lewat kontak fisik saat evakuasi, air banjir yang tercemar ludah, dan tinja atau ingus manusia, kondisi pengungsian yang sesak lebih tinggi dapat meningkatkan penularan Covid-19.

Kondisi yang sempit, sesak, dan kumuh bisa menggagalkan imbauan pemerintah, yakni prinsip jaga jarak.

Pada situasi banjir, jaga jarak tidak bisa diterapkan, mengingat masyarakat dihadapkan pada kondisi bencana.

Tentu hal yang pertama diperhatikan adalah aspek keselamatan.

Dicky menyarankan agar lokasi pengungsian tidak terlalu jauh dari lokasi asal warga.

Pasalnya, perpindahan banyak orang dari satu lokasi ke lokasi lain dapat ikut menyebarkan virus Corona di lokasi dengan prevalensi Covid-19 yang tinggi, ke lokasi yang semula mempunyai prevalensi yang rendah.

“Bila mengungsi, pengungsi jangan jauh-jauh dari RW itu juga, karena masing-masing RW prevalensinya beda,” jelas Dicky.

“Jangan jauh-jauh dari zona dia, supaya meminimalkan juga interaksi dengan wilayah lain yang berbeda zona,” imbuhnya. (LWI)

Tags: BaliBanjirBencana BanjirCovid-19DenpasarIndonesiaInfo DenpasarInfo SarbagitaInformasi Terkini!JakartaPenularan Covid-19
Previous Post

Jubir: Jokowi Tegaskan Pilkada 2020 Sesuai Jadwal

Next Post

Sering Ngantuk Usai Makan Siang? Ini Cara Mencegahnya!

benlaris

benlaris

Next Post
Siang

Sering Ngantuk Usai Makan Siang? Ini Cara Mencegahnya!

Jokowi

Jokowi Singgung Dampak Covid-19 di Sidang Majelis Umum PBB Ke-75

Arab Saudi

Arab Saudi Buka Umrah Secara Bertahap, Simak Jadwalnya!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.