ERAMADANI.COM – Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Rabu (22/10/2025) meminta seluruh federasi olahraga internasional menghentikan penyelenggaraan ajang di Indonesia. Keputusan itu muncul setelah Jakarta menolak visa atlet Israel yang hendak bertanding di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.
Pemerintah Indonesia menegaskan alasan penolakan tersebut sebagai bentuk protes terhadap serangan militer Israel ke Gaza. Sikap ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak normalisasi hubungan dengan Israel.
Reaksi Israel dan Federasi Senam
Keputusan tersebut menyulut kemarahan Federasi Senam Israel (IGF). Mereka menilai kebijakan Indonesia menciptakan preseden berbahaya bagi dunia olahraga. IGF juga menyalahkan Federasi Senam Internasional (FIG) karena tidak segera menindaklanjuti persoalan itu.
Menurut IGF, pemerintah Indonesia sebelumnya menjamin bahwa atlet Israel bisa bertanding. Salah satu yang terdampak ialah Artem Dolgopyat, juara dunia nomor lantai sekaligus peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 dan perak Olimpiade Paris 2024.
Upaya Hukum dan Respons IOC
Melansir dari kompas.com, Sebagai bentuk protes, IGF mengajukan permohonan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) agar Israel tetap bisa tampil atau agar lokasi kejuaraan dipindahkan. Namun, CAS menolak permohonan tersebut.
Laporan BBC menyebut, IOC gagal menemukan solusi diplomatik atas kasus ini. Dalam rapat dewan eksekutif, IOC memutus seluruh komunikasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC) dan membatalkan rencana penyelenggaraan ajang internasional di Indonesia, termasuk Olimpiade Remaja dan konferensi olahraga lainnya.
Dampak Terhadap Indonesia
Langkah IOC membuat pengajuan Indonesia sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2036 ditangguhkan. Menurut Jerusalem Post, IOC akan menunda semua agenda olahraga yang melibatkan Indonesia hingga pemerintah menjamin partisipasi setiap negara tanpa pengecualian.
Meskipun demikian, pemerintah tetap mempertahankan sikap politik luar negeri yang pro terhadap Palestina. IOC menegaskan kembali pentingnya keterbukaan dan kesetaraan akses bagi seluruh atlet sebagai prinsip utama Olimpiade.




