ERAMADANI.COM, JEPANG – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendapat laporan mengenai penemuan varian baru Covid-19 di Jepang. Temuan ini dilaporkan oleh National Institute of Infectious Disease (NIID) Jepang, pada Minggu (10/1/21).
Mereka mendapati varian baru Covid-19 itu pada empat orang pelancong asal Brasil.
NIID mengungkapkan, varian virus baru di Jepang itu termasuk dalam jenis B.1.1.248 dan memiliki 12 mutasi pada protein berbentuk paku pada sisi luar virus.
Saat ini, Kementerian Kesehatan Jepang tengah melakukan penelitian untuk mengetahui keefektivan vaksin yang ada terhadap varian baru itu.
Varian Baru Virus Corona Dapat Menjadi Masalah bagi Tenaga Medis dan Rumah Sakit
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, temuan varian baru virus corona yang lebih menular akan menjadi masalah besar bagi rumah sakit dan petugas kesehatan nantinya.
“Semakin luas virus menyebar, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya perubahan pada virus.”
Tedros dalam konferensi pers di markas WHO di Jenewa, Swiss.
“Hal ini dapat mendorong lonjakan kasus dan rawat inap, yang sangat bermasalah bagi petugas kesehatan dan rumah sakit yang sudah hampir mencapai titik puncaknya,” tambahnya.
Melansir dari kompas.com, Tedros juga menerangkan, membatasi penularan Covid-19 akan mencegah mutasi meningkat.
Pencegahan itu dengan beberapa cara seperti memakai masker, menjaga jarak secara fisik, dan mencuci tangan.
Meski demikian, ada kabar baiknya terkait vaksin, vaksin yang telah ada saat ini tampaknya tidak mengurangi efektivitasnya walau menghadapi virus corona dengan varian baru.
Walau tetap memungkinkan adanya penyesuaian pada masa depan.
Perumpamaan Seperti Babak Kedua
Sementara itu, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan memberikan perumpamaan virus yang bermutasi seperti sebuah tim sepak bola yang memasuki paruh keduanya.
Ryan menyebut, meskipun tidak mengubah aturan main, mutasi memberikan “energi baru bagi virus”.
“Itu menambah tantangan yang Anda hadapi, karena lawan Anda membawa beberapa pemain baru ke lapangan,” ujar Ryan.
“Itu tidak mengubah apa yang perlu kita lakukan untuk menang. Itu hanya mengubah kekuatan lawan dan dalam pengertian itu, artinya kita harus melipatgandakan upaya untuk melawannya,” imbuhnya. (ERK)




