ERAMADANI.COM – Warga Banjar Gulingan, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, memasang spanduk untuk Gubernur Bali, Wayan Koster, sebagai bentuk pertanyaan terkait kejelasan pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi.
Mereka menyatakan dukungan terhadap program Pemerintah Pusat dan Provinsi Bali dalam membuka akses jalan tol. Namun, mereka merasa tidak puas karena pembangunan tol masih tak jelas (gabeng).
Nyoman Agus Suryawan, salah satu warga Banjar Gulingan, menyampaikan bahwa dalam pertemuan empat bulan lalu, belum ada kejelasan ihwal kelanjutan proyek tol tersebut. Padahal, lahan warga sudah dipasang patok.
Melansir dari bali.tribunnews.com, Warga khawatir bahwa lahan mereka nantinya akan terkena jalur tol setelah mereka sudah menggarap sawah, kebun, dan merenovasi rumah. Sertifikat hak milik yang mereka pegang pun tak dapat dijadikan jaminan untuk meminjam uang.
Sejak awal, ada kesepakatan yang menyangkut sertifikat hak milik yang tidak boleh dipindahtangankan, diperjualbelikan, dan tidak boleh dijadikan agunan. Namun, kenyataannya sekarang tidak sesuai harapan.
Warga sudah berupaya mencari tanggapan dari aparatur tingkat desa hingga kecamatan, bahkan hingga Provinsi Bali. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan yang pasti dari otoritas terkait mengenai kejelasan proyek tol tersebut.
Banjar Gulingan memiliki sekitar 50 warga yang lahan mereka terdampak pembangunan jalan tol dengan total luas lahan 45 hektare yang akan menjadi simpang susun.
Warga memasang spanduk dan mengirim surat ke Gubernur Bali sekitar dua atau tiga pekan lalu, namun belum mendapatkan jawaban yang pasti mengenai permasalahan ini.




