ERAMADANI.COM – Tiga berita terpopuler internasional sepanjang 26 Juli 2021 di antaranya kasus Covid-19 di Jerman yang terus naik meski 60 persen warganya sudah divaksin, warga Prancis yang menolak pembatasan sosial, hingga PPKM ala Korea Selatan.
Kasus Covid-19 di Jerman Terus Naik Meski 60 Persen Warga Sudah Divaksin
Kepala Staf di Kantor Kanselir Jerman, Helge Braun, mengatakan kepada surat kabar Bild am Sonntag bahwa kasus meningkat 60 persen per minggu meskipun hampir setengah dari rakyat Jerman sudah divaksinasi penuh.
Braun khawatir kasus Covid-19 bisa melonjak menjadi 100 ribu per hari dalam dua bulan mendatang.
Untuk mencegah hal itu, Braun mengusulkan agar mereka yang menolak divaksin untuk dibatasi aksesnya.
Namun usulan Braun ditolak beberapa politisi senior termasuk Armin Laschet, kandidat konservatif yang diprediksi menggantikan Angela Merkel sebagai kanselir dalam pemilihan umum pada 26 September mendatang.
Lebih dari dua bulan kasus Covid-19 di Jerman mengalami penurunan. Namun pada Juli, kasusnya mulai meningkat seiring dengan menyebarnya varian delta di Eropa.
Warga Prancis Tolak Pembatasan Sosial Hingga Bentrok dengan Polisi
Sejumlah warga Prancis menggelar unjuk rasa menolak pembatasan kegiatan dan kewajiban vaksinasi Covid-19 untuk membendung laju penyebaran virus corona.
Seperti dikutip dari Reuters, Ahad, 25 Juli 2021, polisi berusaha mendorong mundur para demonstran di dekat stasiun kereta api Gare Saint-Lazare di Paris. Kericuhan terjadi setelah pengunjuk rasa menabrak sepeda motor polisi yang dikendarai oleh dua petugas.
Dalam gambar yang ditayangkan di stasiun televisi lokal, gambar-gambar menunjukkan polisi berjaga di sekitar jalan di Paris. Bentrokan antara polisi dan demonstran juga pecah di jalan raya Champs-Elysees, di mana gas air mata ditembakkan dan lalu lintas dihentikan.
Dalam protes di wilayah Paris Barat, demonstran yang didukung partai oposisi menentang kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menghentikan penyebaran virus corona. Mereka membawa spanduk bertuliskan hentikan kediktatoran.
Seperti PPKM di RI, Korea Selatan Perketat Pembatasan Menjelang Musim Panas
Korea Selatan akan memperketat aturan jarak sosial di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19 pada liburan musim panas.
Dilansir dari Tempo.co, pembatasan akan ditingkatkan ke Level 3 dalam skala empat tingkat. Itu berarti kegiatan hanya dibatasi hingga pukul 10 malam dan melarang pertemuan lebih dari empat orang. Aturan itu akan berlaku mulai Selasa besok selama dua pekan untuk sebagian besar wilayah kecuali di beberapa kabupaten kecil.
“Yang paling mengkhawatirkan adalah virus mulai menyebar di kota-kota di luar Seoul,” ujar Presiden Moon Jae-in dalam pertemuan intra-lembaga tentang kampanye melawan virus corona.
“Ada peningkatan pergerakan secara nasional, terutama di sekitar tempat liburan,” katanya.
Korea Selatan mengontrol kasus Covid-19 dengan menggalakkan testing atau pengujian dan tracing atau penelusuran kasus selama tahun pertama pandemi. Namun terjadi lonjakan infeksi sehingga merusak kepercayaan publik.




