ERAMADANI.COM, BANDUNG – Hari ini (03/03/2020), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengkonfirmasi terduga (suspect) virus corona adalah salah satu karyawan mereka. Suspect virus corona novel (COVID-19) ini meninggal dunia di Rumah Sakit dr. Hafiz (RSDH) Cianjur.
Dilansir dari CNNIndonesia.com, suspect atau terduga corona adalah istilah medis yang menyatakan seorang pasien diduga mengidap corona, tapi belum bisa dipastikan positif atau negatif.
Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan berdasarkan riwayat medis yang tercatat di perusahannya 10 tahun terakhir, diketahui karyawan Telkom itu sering mengalami radang saluran nafas dan batuk pilek.
“Adapun penyebab meninggalnya terkait dengan dugaan akibat infeksi virus corona (Covid-19), saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium,” tulis Arif melalui keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (03/03/2020).
Telkom Ungkap Terduga Virus Corona

Kabag Humas dan Protokoler Setda Cianjur, Iyus Yusuf menyebut D atau terduga virus corona sempat berkunjung berpergian ke Malaysia.
Diketahui Malayasia merupakan salah satu negara yang memiliki 29 warga yang terinfeksi virus corona. Warga yang terjangkit virus corona di Malaysia sempat bepergian ke Milan, Italia, dan China.
Menurut Arif, sejak wabah corona makin meluas, Telkom telah melakukan sejumlah upaya pencegahan seperti menyampaikan himbauan kepada seluruh karyawan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.
Arif dan jajarannya juga aktif mensosialisasikan pengenalan dan pencegahan gejala penyakit COVID-19 ini kepada seluruh kariyawan.
Ia mengimbau karyawan untuk memantau perkembangan penyebaran corona lewat media informasi yang resmi, dan bukan hoaks.
Serta mengaktifkan posko yang melibatkan tenaga medis serta call center yang dapat dihubungi 24 jam.
“Selanjutnya perusahaan akan lebih mengintensifkan upaya-upaya preventif yang telah dilakukan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat,” tuturnya.
“Termasuk menurunkan tenaga medis dari Yayasan Kesehatan Telkom di setiap lokasi kerja karyawan untuk melakukan pemeriksaan awal guna pencegahan secara lebih dini,” pungkas Arif.
Karyawan Telkom berinisial D atau terduga virus corona itu merupakan warga Bekasi yang sedang berkunjung ke rumah keluarganya di Cianjur. Iyus menjelaskan sampel darah warga berinisial D itu sudah dikirim ke Jakarta tapi hasil pemeriksaan belum diketahui.
Kemarin, dua WNI berdomisili di Depok dinyatakan positif virus corona dan tengah mendapat perawatan di Rumah Sakit Sulianti Saroso (RSPI) Jakarta Utara.
Keduanya diduga tertular virus corona setelah berinteraksi dengan warga negara Jepang, dalam beberapa waktu yang lalu. (MYR)




