ERAMADANI.COM, SINGARAJA – Senin (06/04/2020) kemarin, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST memberikan keterangan pers terkait perkembangan Covid-19 di Bumi Panji Sakti melalui teleconference dari ruang rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng.
Ia menyampaikan terkait perkembangan penanganan Covid-19 sampai dengan pukul 13.30 WITA menunjukkan bahwa pasien positif di Buleleng masih tersisa satu orang dan tiga lainnya sudah sembuh.
Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 79 orang dengan rincian ODP yang sudah tidak bergejala dan sudah selesai masa pantau sejumlah 56 orang.
ODP yang saat ini masih bergejala sejumlah tiga orang dimana terdapat pengurangan dua orang dan penambahan dua orang.
Perkembangan Covid-19 Di Bumi Panji Sakti
Dengan rincian satu orang ODP masih tetap diisolasi di SPN Singaraja di bawah pengawasan dokter klinik SPN Singaraja yang memiliki riwayat kontak erat kasus konfirmasi di Setukpa Sukabumi.
Pengurangan dua orang karena sudah tidak ada gejala dan dimasukkan ke status ODP yang tidak bergejala, serta penambahan dua ODP.
Mereka berasal dari satu orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia dirawat di RS Pratama Giri Emas.
Dengan gejala demam namun hasil rapid test negatif dan satu orang merupakan pelaku perjalanan luar negeri dirawat di RS Bali Med dengan gejala demam, hasil rapid test negatif.
Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 160 orang yang terdapat di Bumi Panji Sakti tersebut.
Ini berarti ada penambahan lagi dua orang yang terdiri dari satu orang merupakan kontak erat kasus kematian.
Dicurigai Covid-19 di RS Pratama Tangguwisia dan satu orang berasal dari orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia.
Pemantauan juga terus dilakukan terhadap pelaku perjalanan wilayah terjangkit dan wilayah transmisi loka (tanpa gejala).
Jumlah kumulatif saat ini sebanyak 1.207 orang. 423 orang diantara telah berakhir masa pantau berlangsung selama 14 hari.
Sisa yang masih dipantau oleh Puskesmas berjumlah 784 orang dengan rincian pekerja kapal pesiar sebanyak 345 orang.
TKI lainnya 49 orang, WNA sembilan orang, pulang dari luar negeri dan lain-lain sejumlah tujuh orang.
Serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia sebanyak 374 orang yang berasal dari Pulau Bali. (HAD)




