ERAMADANI.COM, JAKARTA – Sudah lebih dari setahun pandemi COVID-19 menyerang Indonesia, kebiasaan baru pun diterapkan yakni menerapkan protokol kesehatan, yang di dalamnya terdapat anjuran untuk sesering mungkin mencuci tangan. Kebiasaan baru tersebut ternyata berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat.
Firdaus Ali selaku Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA) mengatakan, selama pandemi kebutuhan air bersih naik hingga tiga kali lipat.
Hal itu menyebabkan pengeluaran masyarakat juga ikut membengkak untuk memenuhi kebutuhan dasar itu.
“Untuk menutup rantai penularan COVID-19 itu adalah dengan mencuci tangan ataupun benda-benda lain.
Tentunya ini membutuhkan air yang lebih banyak lagi.
Kebutuhan terhadap air bersih meningkat dengan sangat signifikan sekali, sampai tiga kali lipat.
Dan peningkatan kebutuhan air ini menambah spending mereka meningkat sampai 9 persen,”
Firdaus dalam Webinar Valuing Water, World Water Day 2021, Senin (22/3/21)
Sementara kondisi seperti ini tidak terlalu menguntungkan bagi sebagian masyarakat.
Lantaran saat kebutuhan air bersih naik, pendapatan masyarakat justru menurun, bahkan ada yang kehilangan pekerjaannya.
“Seperti yang kita bayangkan ini terjadi ketika di mana masyarakat kita kehilangan sebagian pendapatan mereka bahkan pekerjaan,” katanya, mengutip kumparan.com.
Menurut Firdaus, hal itu akan menjadi tugas bersama khususnya bagi pemerintah.
Ia juga mengatakan bahwa selama ini ketersediaan air bersih jumlahnya terbatas.
Dalam rinciannya, penyediaan air perpipaan di Indonesia tercatat hanya mampu melayani sebesar 21,8 persen dari total populasi masyarakat Indonesia sebanyak 270,2 juta jiwa.
Adapun angka itu menunjukkan ketersediaan air bersih di Indonesia masih di bawah rata-rata.
Persentase tersebut masih kalah dibandingkan dengan Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.
Firdaus mengatakan bahwa pemerintah terus mengupayakan pemenuhan air bersih bagi masyarakat Indonesia.
“Tentunya ini merupakan tantangan yang tidak mudah bagi kita terutama bagi pemerintah. Sampai saat ini pemerintah berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” tutur Firdaus.
(ITM)




