• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Puasa Tarwiyah dan Arafah: Keutamaan, Niat, dan Hukum Menggabungkannya dengan Puasa Kamis

Puasa Tarwiyah dan Arafah: Keutamaan, Niat, dan Hukum Menggabungkannya dengan Puasa Kamis

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
334
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 5 Juni 2025 – Bulan Zulhijah, bulan yang penuh berkah bagi umat Islam, kembali menyapa. Di antara amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan ini adalah puasa Tarwiyah dan Arafah, dua puasa yang memiliki keutamaan tersendiri dan seringkali dikerjakan beriringan. Berdasarkan hasil sidang isbat penentuan awal Zulhijah 1446 H yang digelar pada Selasa, 28 Mei 2025, puasa Tarwiyah jatuh pada tanggal 8 Zulhijah (4 Juni 2025) dan puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah (5 Juni 2025). Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: bolehkah kedua puasa sunnah ini digabung dengan puasa sunnah lainnya, misalnya puasa hari Kamis?

Puasa Tarwiyah, yang dilaksanakan sehari sebelum hari Arafah, memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Seperti yang dijelaskan dalam buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustaz Ali Amrin Al Qurawy, puasa ini termasuk amalan yang sangat disukai Allah SWT. Hadits Nabi Muhammad SAW menyatakan keutamaan amal kebaikan di sepuluh hari pertama Zulhijah, bahkan melebihi jihad fi sabilillah, kecuali bagi mereka yang berjihad dengan jiwa dan harta benda hingga gugur syahid. (HR Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi). Hal ini menunjukkan betapa besarnya pahala yang akan diperoleh bagi mereka yang melaksanakan puasa Tarwiyah dengan ikhlas dan penuh ketaatan.

Sementara itu, puasa Arafah, yang dijalankan pada tanggal 9 Zulhijah, memiliki keutamaan yang tak kalah penting. Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. (HR Muslim). Keutamaan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi umat muslim untuk menjalankan ibadah puasa Arafah, memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Keutamaan ini menjadikannya sebagai salah satu amalan yang paling dicari dan dikerjakan oleh umat muslim di seluruh dunia.

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah:

Niat merupakan pondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa. Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah yang dikutip dari Buku Pintar Agama Islam oleh Abu Aunillah Al-Baijury:

Puasa Tarwiyah dan Arafah: Keutamaan, Niat, dan Hukum Menggabungkannya dengan Puasa Kamis

  • Niat Puasa Tarwiyah:

    Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi ta’ālā.

    Artinya: "Aku niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala."

  • Niat Puasa Arafah:

    Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillāhi ta’ālā.

    Artinya: "Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala."

Hukum Menggabungkan Puasa Arafah dengan Puasa Kamis:

Pertanyaan mengenai boleh tidaknya menggabungkan puasa Arafah dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa hari Kamis, seringkali muncul di kalangan umat Islam. Buku Kitab Fikih Sehari-hari karya A.R. Shohibul Ulum menjelaskan bahwa menggabungkan beberapa niat puasa sunnah, termasuk Arafah dan puasa Senin-Kamis, diperbolehkan. Imam Al Kurdi juga menyatakan bahwa seseorang tetap akan mendapatkan pahala dari kedua puasa tersebut jika dikerjakan bersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada larangan dalam syariat Islam untuk menggabungkan puasa Arafah dengan puasa sunnah lainnya, selama niatnya tulus dan ikhlas karena Allah SWT.

Niat Puasa Arafah Digabung dengan Puasa Kamis:

Mengacu pada sumber yang sama, berikut niat puasa Arafah yang digabung dengan puasa hari Kamis:

Nawaitu shauma yaumal khomis wa shauma ‘arafata sunnatan lillāhi ta’ālā.

Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis dan puasa Arafah sunnah karena Allah Ta’ala."

Perlu diperhatikan bahwa dalam menggabungkan niat, urutan penyebutan puasa tidaklah menjadi syarat utama. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Dengan demikian, seseorang dapat meniatkan puasa Arafah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan niat puasa Kamis, atau sebaliknya. Keduanya sama-sama sah dan mendapatkan pahala yang telah dijanjikan.

Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah:

Tata cara pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa sunnah pada umumnya, sebagaimana dijelaskan dalam buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa karya Nur Solikhin. Puasa ini dijalankan pada bulan Zulhijah, bertepatan dengan musim haji di Tanah Suci. Penting untuk diingat bahwa niat puasa harus diucapkan pada malam hari sebelum memulai puasa. Kemudian, pada esok harinya, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, muslim wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa. Ketaatan dalam menjalankan puasa ini akan semakin menambah nilai ibadah dan kedekatan dengan Allah SWT.

Kesimpulan:

Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan amalan sunnah yang dianjurkan di bulan Zulhijah, dengan keutamaan yang sangat besar. Menggabungkan puasa ini dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa hari Kamis, diperbolehkan dan tidak mengurangi pahala. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan ikhlas karena Allah SWT, serta ketaatan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah puasa. Semoga penjelasan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Tarwiyah dan Arafah, serta menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita dan memberikan ampunan serta rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.

Previous Post

Puasa Tarwiyah: Keutamaan, Tata Cara, dan Kontroversi Klaim "Lebih Utama dari Jihad"

Next Post

Masjidil Haram Dipadati Jutaan Jemaah Jelang Puncak Haji: Suasana Khusyuk dan Haru Menyelimuti Makkah

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Masjidil Haram Dipadati Jutaan Jemaah Jelang Puncak Haji: Suasana Khusyuk dan Haru Menyelimuti Makkah

Masjidil Haram Dipadati Jutaan Jemaah Jelang Puncak Haji: Suasana Khusyuk dan Haru Menyelimuti Makkah

Puasa Tarwiyah 2025: Antara Tradisi, Hadits, dan Pertimbangan Hukum

Puasa Tarwiyah 2025: Antara Tradisi, Hadits, dan Pertimbangan Hukum

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Menjelang Idul Adha dengan Amalan Sunnah yang Mulia

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Menjelang Idul Adha dengan Amalan Sunnah yang Mulia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.