• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Misteri Kerikil Jumrah: Jejak Ratusan Juta Batu di Ibadah Haji

Misteri Kerikil Jumrah: Jejak Ratusan Juta Batu di Ibadah Haji

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
334
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap tahunnya, jutaan umat muslim dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Arafah, Mina, dan Muzdalifah untuk menunaikan ibadah haji. Salah satu ritual terpenting dalam rangkaian ibadah haji adalah lempar jumrah, sebuah simbol perlawanan terhadap godaan setan dan ketaatan mutlak kepada Allah SWT. Ritual ini melibatkan jutaan kerikil yang dilemparkan ke tiga tiang yang melambangkan setan – Jumrah Ula (Sughra), Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah. Namun, di balik kesakralan ritual ini, tersimpan sebuah pertanyaan yang menarik: Ke mana perginya jutaan, bahkan ratusan juta, kerikil yang digunakan dalam lempar jumrah setiap tahunnya?

Lempar jumrah, menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqh As-Sunnah (terjemahan Khairul Amru Harahap dkk.), merupakan ibadah sunnah muakkadah, wajib bagi para jamaah haji. Meskipun bukan rukun haji, meninggalkan ritual ini mengharuskan jamaah membayar dam (denda). Ritual ini, yang dilakukan antara tanggal 10 hingga 13 Zulhijah, merupakan bagian integral dari ibadah haji, melambangkan penolakan Nabi Ibrahim AS terhadap bujukan setan untuk meninggalkan perintah Allah SWT. Bayangkan skala ritual ini: jutaan jamaah, masing-masing melempar sejumlah kerikil ke tiga tiang jumrah. Jumlah total kerikil yang digunakan mencapai angka yang sangat fantastis. Lalu, kemana semua kerikil itu menghilang setelah digunakan?

Jawaban atas pertanyaan ini terungkap melalui laporan Arab News yang dikutip pada Sabtu, 7 Juni 2025. Ternyata, kerikil-kerikil tersebut tidak sekadar menghilang begitu saja. Mereka jatuh ke dalam sistem bawah tanah yang terintegrasi di fasilitas Jamarat, dengan kedalaman mencapai 15 meter. Sistem ini dirancang dengan cermat untuk menampung volume kerikil yang luar biasa besar yang dihasilkan dari ritual lempar jumrah.

Ahmed Al Subhi, seorang karyawan Kidana Development Company – perusahaan pengembang utama tempat-tempat suci di Mekkah – menjelaskan proses pengelolaan kerikil bekas lempar jumrah ini. Setelah terakumulasi di ruang bawah tanah yang luas, kerikil-kerikil tersebut kemudian dikumpulkan menggunakan sistem sabuk pengangkut yang canggih. Sistem ini dirancang untuk efisiensi dan memastikan tidak ada kerikil yang terbuang sia-sia. Proses pengumpulan ini merupakan bagian penting dari pengelolaan lingkungan dan kebersihan di area suci tersebut.

Setelah dikumpulkan, kerikil-kerikil tersebut tidak langsung dibuang. Sebaliknya, mereka menjalani proses pembersihan yang terstruktur. Kerikil-kerikil tersebut disaring untuk memisahkannya dari kotoran dan sisa-sisa material lainnya yang mungkin tercampur selama proses lempar jumrah. Setelah proses penyaringan, kerikil-kerikil tersebut disemprot dengan air bersih untuk memastikan kebersihannya. Proses pembersihan ini sangat penting untuk menjaga kualitas kerikil dan memastikan kesiapannya untuk digunakan kembali pada musim haji berikutnya.

Misteri Kerikil Jumrah: Jejak Ratusan Juta Batu di Ibadah Haji

Setelah bersih dan kering, kerikil-kerikil tersebut kemudian dipindahkan ke kendaraan khusus yang dirancang untuk mengangkut material dalam jumlah besar. Kerikil-kerikil yang telah dibersihkan ini kemudian disimpan dengan aman di tempat penyimpanan khusus yang terjaga kebersihannya. Tempat penyimpanan ini dirancang untuk melindungi kerikil dari kerusakan dan kontaminasi, memastikan bahwa kerikil tersebut tetap dalam kondisi baik hingga musim haji berikutnya.

Penggunaan kembali kerikil ini menunjukkan efisiensi dan keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya di tempat-tempat suci Mekkah. Alih-alih membuang jutaan kerikil setiap tahunnya, yang akan menimbulkan masalah lingkungan dan biaya yang signifikan, kerikil-kerikil tersebut didaur ulang dan digunakan kembali. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah Arab Saudi dalam mengelola ibadah haji secara efisien dan berkelanjutan.

Lebih jauh lagi, pengembangan infrastruktur di tempat-tempat suci, seperti yang dilakukan oleh Kidana Development Company, menunjukkan upaya besar dalam memastikan kelancaran dan kenyamanan jamaah haji. Penyediaan kantong kerikil yang memadai di berbagai titik, termasuk sekitar 300 titik kontak di Muzdalifah dan fasilitas Jembatan Jamarat di Mina, menunjukkan perencanaan yang matang dan komprehensif. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap jamaah dapat melaksanakan ritual lempar jumrah dengan nyaman dan tertib. Jembatan Jamarat sendiri merupakan sebuah keajaiban rekayasa yang dirancang untuk menampung jutaan jamaah yang melakukan lempar jumrah secara bersamaan.

Sistem pengelolaan kerikil ini tidak hanya efisien secara logistik, tetapi juga memiliki implikasi yang lebih luas. Penggunaan kembali kerikil ini menunjukkan sebuah filosofi keberlanjutan dan efisiensi sumber daya yang patut diacungi jempol. Di tengah meningkatnya jumlah jamaah haji setiap tahunnya, sistem ini memastikan bahwa ritual lempar jumrah dapat terus dilakukan tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Kesimpulannya, misteri di balik hilangnya jutaan kerikil lempar jumrah terjawab dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi dan efisien. Kerikil-kerikil tersebut tidak hilang begitu saja, tetapi dikumpulkan, dibersihkan, dan disimpan untuk digunakan kembali pada musim haji berikutnya. Sistem ini merupakan bukti nyata dari komitmen Arab Saudi dalam mengelola ibadah haji secara berkelanjutan dan memastikan kenyamanan para jamaah. Lebih dari sekadar ritual keagamaan, lempar jumrah juga menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan perencanaan yang matang dapat diintegrasikan untuk mendukung pelaksanaan ibadah dalam skala besar dan memastikan kelestarian lingkungan. Sistem ini juga menyiratkan sebuah pesan yang lebih dalam: bahkan dalam skala ritual keagamaan yang sangat besar, efisiensi dan keberlanjutan tetap menjadi nilai yang penting untuk dijaga.

Previous Post

Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 1446 H/2025 M: Tahapan dan Jadwal Terkini

Next Post

Suasana Khidmat dan Haru Menyelimuti Mina di Malam Idul Adha: Jemaah Menuai Berkah dan Hikmah Kurban

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Suasana Khidmat dan Haru Menyelimuti Mina di Malam Idul Adha:  Jemaah Menuai Berkah dan Hikmah Kurban

Suasana Khidmat dan Haru Menyelimuti Mina di Malam Idul Adha: Jemaah Menuai Berkah dan Hikmah Kurban

Wakil Ketua Dewan Pers Hadiri Pertemuan Istimewa Putra Mahkota Arab Saudi: Apresiasi Global untuk Transformasi Haji

Wakil Ketua Dewan Pers Hadiri Pertemuan Istimewa Putra Mahkota Arab Saudi: Apresiasi Global untuk Transformasi Haji

Makna Kurban: Tak Sekadar Daging, Melainkan Ketakwaan dan Keikhlasan yang Murni

Makna Kurban: Tak Sekadar Daging, Melainkan Ketakwaan dan Keikhlasan yang Murni

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.