ERAMADANI.COM, PAKISTAN – Sebanyak 200 orang Mahasiswa asal Indonesia ikuti diskusi daring dari kediaman masing masing di Pakistan, di tengah wabah Covid-19 yang sedang dikhawatirkan masyarakat, pada Rabu (15/02/2020) lalu.
Jarak bukanlah halangan bagi kita yang masih punya banyak alasan positif untuk tetap bertahan di tengah tantangan yang kita hadapi.
Hal ini diungkapkan oleh Dubes RI Iwan Suyudhie Amri saat melakukan diskusi daring yang berlangsung dengan penuh khidmat.
“Untuk itu, kita patut bersyukur dapat memanfaatan teknologi virtual sehingga pertemuan silaturahmi ini dapat terwujud,” ujar Dubes.
Seperti dikutip dari halaman resmi KBRI Islamabad, ditengah suasana pembatasan sosial dan fisik akibat wabah virus corona (Covid-19) di Pakistan, silaturahmi antara KBRI Islamabad dengan mahasiwa harus tetap dijaga.
Diskusi Daring Menghadirkan 200 Mahasiswa
Acara yang digagas KBRI Islamabad itu mampu menghadirkan lebih dari 200 orang mahasiswa dalam satu forum interaksi yang berlangsung dengan tertib dan lancar.
Diskusi daring juga menjadi sarana silaturahmi bagi KBRI Islamabad untuk mengetahui dan memastikan semua mahasiswa Indonesia dan keluarga besar KBRI dalam keadaan baik.
“Dalam situasi yang tidak normal dan prihatin seperti ini, kita harus mampu menjaga dan mengelola fisik, jiwa dan fikiran agar tetap sehat dan jernih” Dubes Iwan menggarisbawahi.
Dikatakan pula bahwa dengan berbekal kemampuan itulah kita dapat membina dan mempertebal kesetiakawanan sosial serta dapat melakukan kegiatan secara positif.
Pada pertemuan itu Athan KBRI Islamabad, Kolonel ARH Dody Muhtar Taufik, selaku Komandan Satgas Penanganan Situasi Khusus dan Perlindungan WNI terkait penyebaran Covid-19 di Pakistan, berbagi informasi kepada mahasiswa mengenai situasi terkini di Pakistan.
“Dalam upaya mengantisipasi dan menghambat penyebaran Covid-19, Pemerintah Pakistan sejak 16 Maret 2020 memberlakukan karantina wilayah.
Ruang gerak kita, masyarakat Indonesia di Islamabad dan Pakistan secara keseluruhan menjadi sangat terbatas,” jelas Kolonel Dody.
Pesan Untuk Mahasiswa
Saat diskusi daring, ia juga mengimbau agar mahasiwa tetap waspada, menjaga kesehatan, selalu menaati ketentuan otoritas Pakistan.
Untuk membatasi kontak sosial dan serta tetap beraktivitas positif selama masa karantina. Kemungkinan perpanjangan masa karantina hingga bulan Ramadhan.
Untuk mengisi kegiatan di bulan Ramadhan tahun ini, KBRI Islamabad mengajak mahasiswa Indonesia adakan kegiatan buka puasa bersama.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini acara buka bersama, sebagai sebuah tradisi yang baik, akan dilaksanakan secara online.
Menjelang buka puasa di masing-masing tempat, mahasiswa akan memaparkan materi keislaman dan dilanjutkan dengan diskusi secara online.
Dalam kegiatan Ramadhan nanti, mahasiwa yang tinggal di asrama kampus International Islamic University Islamabad (IIUI) dan yang berada di luar asrama tidak ada jarak silaturahmi dengan KBRI Islambad.
Ketua PPMI dan Mahasiwa mengapresiasi upaya KBRI yang tetap menjalin komunikasi meskipun dalam situasi sulit.
Perhatian KBRI Islamabad selama ini melalui pengiriman bantuan logistik, jalinan komunikasi intensif, dan rencana penyelenggaraan buka bersama. (HAD)




