ERAMADANI.COM, SUDAN – Pesepeda Indonesia, Hakam Mabruri, yang akan melanjutkan perjalanannya menjelajahi benua Afrika, telah dilepas secara resmi oleh Dubes RI Khartoum Rossalis R. Adenan pada Senin (16/03/2020) pukul 09:30 waktu setempat di Wisma Duta KBRI Khartoum.
Acara pelepasan tersebut diikuti oleh seluruh Staf dan Ketua/Pengurus DWP KBRI Khartoum untuk menyaksikan pelepasan peseda tersebut.
Hakam Mabruri tiba di Sudan pada tanggal 27 Januari 2020 setelah menempuh perjalanan darat melewati Aswan (perbatasan Mesir-Sudan) selama 14 hari dari Cairo, Mesir.
Sudan adalah negara kedua di benua Afrika yang dilewati oleh Hakam dan Menurut rencananya ia akan lanjut ke 12 (dua belas) negaras lainnya.
Yaitu Ethiopia, Kenya, Uganda, Rwanda, Tanzania, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Botswana, Namibia dan berakhir di Afrika Selatan.
Perjalanan tersebut diperkirakan akan memakan waktu selama 1 (satu) tahun untuk menjelajahi benua yang sudah di rencanakan pesepada tersebut.
“The Glorious Santri Journey in Africa” atau “Perjalanan mulia seorang santri Indonesia di Benua Afrika” menjadi tema perjalanan tersebut.
Dengan misi perdamaian serta melakukan kegiatan sosial berupa penggalangan dana yang akan digunakan untuk membeli 100 incubator.
Rencanya incubator tersebut akan dibagikan pada Rumah Sakit Malang, Jawa Timur dan sekitarnya untuk di pergunakan dengan baik.
Perjalanan menjelajah benua Afrika tersebut kiranya perlu diberikan dukungan karena selain untuk misi perdamaian dan sosial, juga sebagai sarana untuk mempromosikan Indonesia disetiap negara yang akan dilaluinya.
Diperkirakan Hakam Mabruri akan mencapai perbatasan Sudan dan Ethiopia setelah menempuh perjalanan selama 6 hari.
Dubes RI Khartoum mengapresiasi perjalanan pesepeda Indonesia tersebut dan memberikan nasehat untuk menjaga kesehatan dan menghindari perjalanan pada malam hari.
Dalam kesempatan itu, Dubes RI Khartoum telah menyerahkan bantuan dari Keluarga Besar KBRI Khartoum untuk dipergunakan selama dalam perjalanan.
Sebagai bentuk dukungan KBRI Khartoum dan memberikan rasa adanya kehadiran negara kepada Hakam dalam mensukseskan perjalanan misi kemanusiaan tersebut. (HAD)




