ERAMADANI.COM, BANYUWANGI – Jumlah kasus positif Covid-19 di Banyuwangi meningkat tajam sejak ditemukan klaster baru di pesantren. Pada (20/08/2020) tercatat ada 114 kasus positif, 77 orang dinyatakan sembuh, 32 orang dalam perawatan, dan 5 orang meninggal.
Namun, setelah ditemukan klaster baru, jumlah kasus positif mencapai 187, 77 orang sembuh, 105 orang dalam perawatan, dan 5 orang meninggal per 21 Agustus 2020.
Penambahan kasus positif tersebut berasal dari santri salah satu pondok pesantren, dr Widji Lestariono selaku Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi menyatakan, penanganan di salah satu pondok pesantren ini bermula dari laporan puskesmas setempat pada Jumat, 14 Agustus 2020. Saat itu dilaporkan terdapat 4 santri yang reaktif rapid test.
“Esoknya, Dinkes langsung melakukan survei epidemiologi dan melakukan tracing kontak erat dari empat santri tersebut, tracing ternyata berkembang hingga mencapai 502 santri yang ada kontak erat, serta mereka yang bergejala mengarah ke Covid-19,” ungkapnya, dilansir dari IDNtimes.com.
“Kepada mereka (Klaster baru) lalu dilakukan rapid test, akhirnya didapatkan 96 santri yang reaktif. Kemudian dilakukan swab masal kepada mereka dan hasilnya keluar (Jumat, 21 Agustus 2020),” imbuhnya.
Klaster Baru Positif Covid-19 di Banyuwangi
Dari swab yang telah dilakukan terhadap 96 santri, hasilnya menunjukkan ada 77 santri yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Sebanyak 13 orang dinyatakan negatif dan hasil untuk 6 sisanya belum keluar.
Pemkab Banyuwangi bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD), PMI dan didukung oleh Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim yang ikut terjun ke lokasi. Hingga kini pemeriksaan kesehatan, tracing, uji swab, dan penyemprotan disinfektan terus dilakukan.
Diketahui dari portal berita Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan penelusuran kepada para santri atau klaster baru.
“Mereka yang bergejala ataupun kontak erat dari santri yang kemarin terkonfirmasi positif langsung ditangani petugas kesehatan. Kami lakukan uji swab di tempat. Hari ini kami targetkan pengambilan 80 swab santri,” kata Rio, sapaan akrab Widji Lestariono, Sabtu (22/08/2020). (NET)




