• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Kementerian Agama Imbau Toleransi: Jangan Usir Anak-Anak dari Masjid, Justru Ajak Mereka Mendekat

Kementerian Agama Imbau Toleransi: Jangan Usir Anak-Anak dari Masjid, Justru Ajak Mereka Mendekat

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
332
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 24 Juni 2025 – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) meluncurkan imbauan penting terkait pengelolaan masjid dan interaksi dengan anak-anak. Dalam konferensi pers peluncuran Program Ngaji Fasholatan dan 1.000 Masjid Inklusif di Lumire Hotel, Senen, Jakarta Pusat, Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, secara tegas meminta agar takmir masjid dan jamaah menghindari praktik pengusiran anak-anak yang dianggap berisik di lingkungan masjid. Alih-alih mengusir, Kemenag justru mendorong pendekatan yang lebih inklusif dan edukatif, memandang kehadiran anak-anak sebagai peluang emas untuk menanamkan kecintaan terhadap masjid sejak usia dini.

"Kehadiran anak-anak di masjid bukan sekadar toleransi, melainkan sebuah investasi masa depan," tegas Abu Rokhmad. "Mereka adalah generasi penerus yang perlu kita bina dan bimbing untuk mencintai rumah ibadah ini. Mengusir mereka justru akan menciptakan jarak dan citra negatif terhadap masjid di benak mereka."

Pernyataan Dirjen Bimas Islam ini merespon fenomena yang cukup umum terjadi di berbagai masjid di Indonesia. Seringkali, aktivitas anak-anak yang dianggap ribut atau mengganggu kekhusyukan ibadah menjadi alasan pengusiran. Namun, Kemenag memandang hal ini sebagai pendekatan yang keliru dan kontraproduktif terhadap upaya pembinaan generasi muda.

Abu Rokhmad menekankan pentingnya memahami psikologi anak. "Wajar jika anak-anak aktif dan cenderung berisik. Itulah kodrat mereka. Kita tidak bisa menuntut kesunyian mutlak dari mereka," jelasnya. Ia menambahkan, "Menggunakan pendekatan represif seperti pengusiran hanya akan menimbulkan trauma dan kesan negatif terhadap masjid. Justru pendekatan yang ramah, bijaksana, dan edukatif yang perlu kita terapkan."

Lebih lanjut, Abu Rokhmad menyarankan agar para takmir masjid dan jamaah lebih proaktif dalam membina anak-anak. Jika memang ada aktivitas anak yang mengganggu, ia menyarankan agar teguran disampaikan dengan cara yang santun dan bijak, bukan dengan mengusir. Teguran yang lebih efektif, menurutnya, adalah dengan berkomunikasi dengan orang tua anak tersebut.

Kementerian Agama Imbau Toleransi: Jangan Usir Anak-Anak dari Masjid, Justru Ajak Mereka Mendekat

"Jika memang ada perilaku anak yang perlu dikoreksi, sampaikan dengan cara yang baik kepada orang tuanya. Berikan pemahaman tentang pentingnya menjaga ketenangan di masjid, tetapi jangan sampai membuat anak-anak merasa terasingkan atau takut untuk kembali ke masjid," imbuhnya. "Ingat, tujuan kita adalah membina, bukan menakut-nakuti."

Pendapat serupa disampaikan oleh KH. Mokhamad Mahdum, Ketua Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) PBNU. Ia menekankan pentingnya pemahaman psikologi anak bagi para takmir masjid. "Takmir masjid perlu diberikan pemahaman tentang psikologi anak agar mereka mampu berinteraksi dengan anak-anak secara efektif dan bijak," ujar KH. Mahdum. "Dengan pemahaman yang baik, takmir masjid dapat menciptakan suasana masjid yang ramah anak dan kondusif bagi ibadah semua kalangan, termasuk anak-anak."

KH. Mahdum menambahkan bahwa pendekatan edukatif jauh lebih efektif daripada pendekatan represif. "Kita perlu menciptakan lingkungan masjid yang menyenangkan dan menarik bagi anak-anak, sehingga mereka merasa nyaman dan betah berada di masjid. Dengan demikian, mereka akan tumbuh dengan kecintaan terhadap masjid dan nilai-nilai keagamaan yang terkandung di dalamnya," jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anak untuk berperilaku tertib di tempat ibadah.

Program Ngaji Fasholatan dan 1.000 Masjid Inklusif yang diluncurkan Kemenag diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di masjid dan menciptakan lingkungan masjid yang lebih inklusif dan ramah anak. Program ini akan mencakup berbagai kegiatan, seperti pelatihan bagi takmir masjid, penyediaan sarana dan prasarana yang ramah anak, serta pengembangan program-program keagamaan yang menarik bagi anak-anak.

Imbauan Kemenag ini bukan hanya sekedar himbauan, melainkan juga refleksi dari pemahaman yang lebih holistik tentang peran masjid dalam masyarakat. Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah bagi orang dewasa, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda. Anak-anak adalah aset bangsa yang perlu dijaga dan dibina dengan baik, dan masjid memiliki peran penting dalam proses pembinaan tersebut.

Pengusiran anak-anak dari masjid, menurut Kemenag, merupakan tindakan yang kontraproduktif dan merugikan. Tindakan tersebut tidak hanya melukai hati anak-anak, tetapi juga dapat merusak citra masjid di mata generasi muda. Oleh karena itu, Kemenag mengajak seluruh takmir masjid dan jamaah untuk mengubah paradigma dan menerapkan pendekatan yang lebih ramah anak dalam pengelolaan masjid.

Kemenag juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anak untuk berperilaku tertib di tempat ibadah. Orang tua perlu mengajarkan anak-anak tentang adab dan tata krama di masjid, serta pentingnya menjaga ketenangan dan kekhusyukan ibadah. Dengan kerjasama antara takmir masjid, jamaah, dan orang tua, diharapkan dapat tercipta lingkungan masjid yang kondusif bagi ibadah semua kalangan, termasuk anak-anak.

Lebih jauh lagi, imbauan ini juga mencerminkan komitmen Kemenag dalam membangun masjid yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya. Program 1.000 Masjid Inklusif yang diluncurkan bersamaan dengan imbauan ini menunjukkan komitmen tersebut. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua masjid di Indonesia dapat diakses dan dinikmati oleh semua orang, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau kondisi fisik.

Kesimpulannya, imbauan Kemenag ini merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan masjid yang lebih ramah dan inklusif. Dengan memahami psikologi anak dan menerapkan pendekatan yang bijak dan edukatif, diharapkan dapat tercipta suasana masjid yang nyaman dan kondusif bagi semua kalangan, termasuk anak-anak. Ini bukan hanya tentang menjaga ketenangan ibadah, tetapi juga tentang membina generasi muda yang mencintai dan menghargai masjid sebagai rumah ibadah dan pusat pendidikan agama. Semoga imbauan ini dapat diimplementasikan secara efektif di seluruh masjid di Indonesia, menciptakan generasi penerus yang berakhlak mulia dan cinta agama.

Previous Post

Muharram: Bulan Mulia di Antara Peristiwa Penting dan Tragedi Bersejarah Islam

Next Post

Profil Jemaah Haji Indonesia 2025: Tantangan dan Kompleksitas Layanan Haji Terbesar di Dunia

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Profil Jemaah Haji Indonesia 2025: Tantangan dan Kompleksitas Layanan Haji Terbesar di Dunia

Profil Jemaah Haji Indonesia 2025: Tantangan dan Kompleksitas Layanan Haji Terbesar di Dunia

Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H:  Introspeksi Diri dan 15 Amalan untuk Menuju Tahun yang Lebih Berkah

Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H: Introspeksi Diri dan 15 Amalan untuk Menuju Tahun yang Lebih Berkah

1 Muharram: Bukan Bid'ah, Melainkan Momentum Refleksi dan Perekat Ukhuwah

1 Muharram: Bukan Bid'ah, Melainkan Momentum Refleksi dan Perekat Ukhuwah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.