ERAMADANI.COM, DENPASAR – Setelah beberalam di tutup akibat wabah sedang melanda, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membuka kembali Kebun Raya Eka Karya Bali pada Rabu (22/07/2020) kemarin, dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19.
Terkait hal ini, disampaikan oleh Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Eka Karya Bali LIPI Didit Okta Pribadi dalam keterangan tertulis, Selasa (21/07/2020).
“Pembukaan ini menjadi momentum bagi pariwisata Bali untuk kembali memberikan layanan eduwisata dengan standar layanan yang lebih baik sesuai dengan Protokol Kesehatan,” tuturnya.
Dilansir dari Republika.co.id, LIPI telah membuka kembali Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas pada 7 Juli 2020.
Didit mengatakan selain menjalankan protokol kesehatan, pembukaan kembali salah satu destinasi pariwisata Bali ini juga menerapkan fase.
Mulai dari fase nol dengan ketentuan pembatasan kuota pengunjung sebanyak 1.500 orang dalam satu waktu.
“Untuk dapat melangkah ke fase berikutnya, pelaksanaan fase nol ini akan dievaluasi secara bertahap,” tuturnya.
“Jika sudah memenuhi standar, baru boleh mengimplementasikan fase selanjutnya dengan penambahan kuota pengunjung,” pungkasnya.
Tiga Fase Kelayakan Dibukanya Kebun Raya Eka Karya Bali
Ia juga mengatakan bahwa ada tiga fase yang harus dilalui hingga mencapai standar pelayanan publik sesuai dengan ketentuan adaptasi kebiasaan baru.
Ia pun berharap pengunjung dapat mengikuti protokol kunjungan yang berlaku di Kebun Raya Eka Karya Bali.
Selama berkunjung di tempat pariwisata ini, pengunjung diwajibkan untuk memakai masker dan selalu menjaga jarak aman.
“Kami telah menyediakan fasilitas cuci tangan dengan touchless sanitizer di beberapa titik area kebun,” katanya.
“Namun disarankan pengunjung untuk selalu membawa hand sanitizer sendiri,” imbuhnya.
Diketahui tiket masuk Kebun Raya Eka Karya Bali dapat dibeli dalam jaringan (online) melalui www.kebunraya.id.
Penyemprotan disinfektan ke fasilitas publik seperti toilet, kursi taman, dan mobil wisata juga dilakukan dengan frekuensi sesering mungkin.
Selain itu, informasi mengenai protokol kunjungan di kawasan tersebut akan dipampang di titik-titik strategis, serta diinformasikan secara berkala kepada pengunjung. (MYR)




