ERAMADANI.COM – Denpasar, Bali – Insan Mandiri Homeschooling Bali mengadakan acara parenting bertema edukasi dan kampanye sosial. Kegiatan ini melibatkan dr. Rini Trisnowati, dokter spesialis kedokteran jiwa dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali.
Acara bertujuan memberikan edukasi tentang pola makan, stimulasi, dan pola asuh anak, terutama bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kegiatan ini juga menjadi sarana kampanye sosial agar masyarakat lebih memahami pentingnya peran orang tua dalam tumbuh kembang anak.
Peran dan Latar Belakang dr. Rini
Dr. Rini menyelesaikan pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada tahun 2010. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa dan kini bekerja di RSJ Provinsi Bali sejak 2013. Saat ini, dr. Rini juga sedang menempuh pendidikan S2 dengan fokus penelitian di bidang sekolah dan anak.
Dalam sesi edukatif, dr. Rini menjelaskan hubungan antara pola makan dan perilaku anak. Ia menegaskan bahwa beberapa anak dengan autisme memiliki gangguan pencernaan yang bisa memicu reaksi neurobiologis. “Pola makan berperan besar terhadap fokus dan perilaku anak,” kata dr. Rini.
Pola Makan yang Disarankan
Dr. Rini menyarankan beberapa pola makan yang dapat membantu anak ABK, seperti:
1. Diet bebas gluten dan kasein, untuk mengurangi gangguan pencernaan.
2. Rendah gula aditif, agar anak tidak mudah impulsif dan lebih fokus.
3. Kaya asam lemak omega-3, protein, dan serat untuk mendukung fungsi otak.
4. Diet eliminasi natrium benzoat, guna menghindari reaksi negatif pada anak sensitif.
Ia menambahkan, kebutuhan mikronutrien sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter agar hasilnya optimal.
Stimulasi dan Perkembangan Anak
Acara juga menyoroti lima aspek stimulasi bagi anak berkebutuhan khusus, sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Lima aspek tersebut mencakup:
1. Stimulasi kognitif
2. Bahasa dan komunikasi
3. Motorik
4. Sosial dan emosional
5. Kemandirian
Menurut dr. Rini, stimulasi yang tepat akan membantu anak mengembangkan potensi dan kemandiriannya sejak dini.
Pola Asuh dan Pembentukan Moral
Peserta juga belajar tentang pola pembelajaran moral anak usia 3–6 tahun. Pada usia ini, anak mulai membentuk kata hati atau super ego, rasa tanggung jawab, serta nilai benar dan salah. Proses ini sejalan dengan perkembangan cara berpikir anak.
Dr. Rini menjelaskan empat jenis pola asuh, yaitu permisif, suportif, tidak peduli, dan otoriter. Ia menekankan pentingnya pola asuh suportif yang mendorong anak berkembang dengan kasih sayang dan batasan yang jelas.
Meningkatkan Kesadaran Orang Tua
Melalui acara ini, Insan Mandiri Homeschooling Bali berharap dapat meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya gizi, stimulasi, dan pola asuh yang tepat. Kegiatan ini juga memperkuat dukungan sosial bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.







