• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
syahadat

300 Warga Ta'a Berikrar Syahadat. - ERAMADANI.COM

Indahnya Cahaya Islam, 300 Warga Ta’a Berikrar Syahadat

benlaris by benlaris
in Berita, Budaya, Harmoni, Inspirasi, Kabar
0 0
0
349
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, SULAWESI TENGAH – Kabar gembira datang dari bumi Sulawesi, sebab sebanyak 300 orang warga Ta’a mengucap ikrar syahadat di Masjid Jami’ Al Furqon Mamosalato, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada⁣⁣⁣ Jumat (14/02/2020).

Perhelatan akbar yang diselenggarakan Dewan Dakwah Morowali Utara dan Laznas Dewan Dakwah ini didukung oleh sejumlah ormas dan tokoh masyarakat.

Di antaranya Ustadz Sigit Sugiyatno (Ketua Dewan Dakwah Morut), Ustadz Insan L Mokoginta (pakar kristologi), dan lain-lain., yang ikut menjadi saksi.

Para peserta ikrar syahadat berasal dari Dusun delapan pedalaman Lambentana, yang terpencil di belakang Gunung Tokala, Desa Palangpraya, Kecamatan Bungku Utara.⁣⁣⁣

Mereka merupakan bagian dari Suku Tau Ta’a Wana yang secara tradisional adalah peladang nomaden (berpindah-pindah), tertutup, dan penganut animisme.⁣⁣⁣

Rangkaian Prosesi 300 Warga Ta’a Berikrar Syahadat

Warga laki laki yang berikrar syahadat. – Eramadani.com

Orang-orang Ta’a itu dijemput oleh panitia pada Kamis (13/2/2020). Menurut laporan Mela Fadla dari Laznas Dewan Dakwah, perjalanan penjemputan dari Mamolasato ke Lambentana sangat mengerikan.⁣⁣⁣

“Bukit-bukit tinggi mengepung perjalanan menuju pedalaman Lambentana. Bebatuan dan bekas-bekas tanah longsor jadi pintu pembuka jalan saat melewati Desa Kolo Atas. Hutan belantara, laut lepas, dan jurang menganga mengapit di hampir semua sisi perjalanan,” tutur Mela. ⁣⁣

“Memasuki Desa Lemo, Kec Bungku Utara, yang masih berjarak 1.5 jam dari Lambentana, aroma pedalaman kian mencekam. Pingin nangis rasanya,” imbuh Mela sambil menghayati perjuangan para da’i pedalaman.⁣⁣⁣

Mobil jemputan untuk umat yang akan syahadat akhirnya terpaksa berhenti di sebuah kampung. Sungai berarus deras dan dalam menghadang perjalanan. Selanjutnya, jamaah Dusun Delapan dijemput dengan konvoi motor.⁣⁣⁣

Jamaah Orang Ta’a ditampung di Mamosalato dan dilayani keluarga pengurus Dewan Dakwah Morut. Jumat pagi, mereka diajak ke sungai terdekat yang airnya jernih untuk belajar berwudhu.

Selanjutnya mereka diberi busana muslim dan muslimah lalu dibawa ke masjid Al Furqon untuk bersyahadat, dan disaksikan para ulama.

Sebagai tanda persaudaraan dan cindera hati, para Ustadz memberikan sekadar uang saku kepada tiap peserta ikrar. Seperangkat alat shalat juga diserahkan untuk modal beribadah.⁣⁣⁣

Ustadz Sigit mengatakan, selanjutnya Dewan Dakwah dan ormas-ormas lainnya, memfasilitasi para muallaf untuk mengurus administrasi kependudukan. Sehingga, mereka memiliki Kartu Keluarga dan KTP sebagai penduduk Muslim.⁣⁣⁣

“Tidak berhenti di sini. Kami akan terus mendampingi warga Lambentana sebagai Desa Binaan kedua setelah Ngoyo. Agar para muallaf tidak selamanya jadi muallaf,” ujar Ustadz Sigit.⁣⁣⁣

Sesuai ajaran Islam, setelah bersyahadat, para muallaf mandi, kemudian yang laki-laki mengikuti shoalat Jumat untuk pertama kalinya.⁣⁣⁣

Ustadz Sigit menjelaskan, syahadat massal ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, pada 7 Januari lalu, sebanyak 14 Orang Ta’a dari Lambentana, datang berjalan kaki ke Masjid Al Furqon Mamosalato. Mereka dengan inisiatif sendiri meminta masuk Islam.⁣⁣⁣

“Ternyata, mereka tertarik memeluk Islam setelah mendengar pengalaman 2 orang Ta’a dari Desa Bungku Utara yang masuk Islam pada 22 Desember 2019 lalu,” ungkapnya

Dua orang itu sendiri memeluk islam setelah terinspirasi dari menghadiri acara Syahadat dan Sunatan Massal di Dusun Ngoyo binaan Dewan Da’wah, di Desa Manyoe, Kec Mamosalato. (HAD)

Tags: BaliBerikrar SyahadatIndonesiaindonesia kuIndonesia MajuIndonesia Masa Kiniindonesia rayaIndonesia Tempo DuluIslamIslam Itu Indahislam NusantaraKajian Islamperadaban IslamPeradilan IslamPerkembangan IslamPotret IslamRohani Islamsulawesisulawesi selatansulawesi tengahSulawesi TenggaraSulawesi Utaraukhuwah islamiyahUkhuwwah IslamUmat Islam
Previous Post

RS Bhayangkara Sosialisasikan Senam Cuci Tangan

Next Post

Menurunnya Jumlah Penumpang Bandara Ngurah Rai

benlaris

benlaris

Next Post
Ngurah Rai

Menurunnya Jumlah Penumpang Bandara Ngurah Rai

keadilan

Universitas Harvard Akui Al-Quran sebagai Ekspresi keadilan

kersos

Wagub Apresiasi Kersos Mahasiswa Mahendradatta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.