Makkah, 22 Mei 2025 – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk menghindari aktivitas di luar hotel secara individu selama berada di Kota Makkah. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan insiden yang tidak diinginkan dan untuk memastikan keamanan serta kenyamanan para tamu Allah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ali Machzumi, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kementerian Agama RI, menekankan pentingnya langkah pre-emptive ini. "Kami mengimbau dengan sangat keras kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk tidak keluar hotel sendirian. Aktivitas di luar hotel harus dilakukan secara berkelompok, minimal bersama teman satu rombongan," tegas Machzumi.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Machzumi menjelaskan bahwa tindakan preventif ini didasarkan pada potensi risiko yang dihadapi jemaah yang beraktivitas sendirian. "Bayangkan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya tersesat, jatuh sakit mendadak, atau bahkan menjadi korban kejahatan. Jika seorang jemaah sendirian, siapa yang akan segera memberikan pertolongan? Siapa yang akan melaporkan kondisinya kepada pihak berwenang atau petugas PPIH?" ujarnya dengan nada khawatir.
Lebih lanjut, Machzumi menekankan pentingnya rasa aman dan nyaman bagi setiap jemaah. "Kehadiran teman atau anggota rombongan akan memberikan rasa aman dan nyaman selama beraktivitas di luar hotel. Mereka dapat saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga satu sama lain," imbuhnya. Ia juga menambahkan bahwa kehadiran teman sejawat akan mengurangi beban psikologis jemaah, terutama bagi mereka yang mungkin merasa cemas atau takut berada di lingkungan yang asing.
Imbauan ini bukan sekadar saran, melainkan arahan yang bersifat wajib ditaati. PPIH Arab Saudi menyadari bahwa Makkah, meskipun kota suci, tetap memiliki dinamika kehidupan yang kompleks. Kerumunan jamaah haji dari berbagai negara, ditambah dengan kondisi geografis kota yang berbukit dan jalanan yang relatif sempit, meningkatkan potensi risiko bagi jemaah yang lengah dan beraktivitas sendiri.

Selain imbauan terkait keamanan personal, PPIH juga memberikan perhatian serius terhadap aspek kesehatan jemaah. Suhu udara di Makkah saat ini tercatat sangat tinggi, bahkan mencapai 43 derajat Celcius. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, seperti dehidrasi, heat stroke, dan kelelahan.
"Kami menghimbau jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan. Jangan ragu untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. Selalu minum air putih yang cukup, gunakan payung atau topi untuk melindungi diri dari sengatan matahari, kenakan kacamata hitam untuk melindungi mata, dan gunakan spray air untuk wajah guna menjaga kelembapan kulit," jelas Machzumi. Ia juga menyarankan agar setiap jemaah selalu membawa identitas diri, baik berupa paspor maupun kartu identitas lainnya, untuk memudahkan identifikasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
PPIH Arab Saudi tidak hanya mengeluarkan imbauan, tetapi juga berupaya memberikan dukungan maksimal bagi keamanan dan kenyamanan jemaah. Sebagai langkah pengamanan tambahan, PPIH telah menyiagakan petugas di berbagai titik strategis, khususnya di area Masjidil Haram, selama 24 jam penuh. Petugas tersebut siap memberikan bantuan, informasi, dan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia kapan pun dibutuhkan.
"Petugas kami siap membantu jemaah yang membutuhkan pertolongan, mulai dari memberikan informasi arah, membantu mendorong kursi roda bagi jemaah lansia atau penyandang disabilitas, hingga memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan ringan," terang Machzumi. Ia juga menghimbau agar jemaah tidak ragu untuk menghubungi petugas PPIH jika mengalami kesulitan atau membutuhkan bantuan. Nomor kontak darurat dan titik-titik posko PPIH telah disebarluaskan kepada seluruh jemaah sebelum keberangkatan dan secara berkala diinformasikan kembali selama masa ibadah haji.
Imbauan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (ASPHURI), misalnya, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PPIH. "Kami sangat mendukung imbauan ini. Keamanan dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama. Kami berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat mematuhi imbauan ini demi keselamatan dan kelancaran ibadah haji," ujarnya.
Langkah PPIH ini juga dinilai sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan sumber daya yang signifikan untuk memastikan kelancaran dan keamanan ibadah haji, termasuk penempatan petugas PPIH yang terlatih dan berpengalaman di berbagai lokasi strategis di Makkah dan Madinah.
Namun, imbauan ini juga menimbulkan tantangan tersendiri. Mengajak seluruh jemaah untuk selalu berkelompok dan menghindari aktivitas sendirian membutuhkan kesadaran dan kerjasama yang tinggi dari seluruh jemaah. PPIH menyadari bahwa hal ini tidak mudah, mengingat perbedaan karakter dan kebiasaan individu. Oleh karena itu, PPIH akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada jemaah haji Indonesia melalui berbagai media dan saluran komunikasi.
Selain sosialisasi, PPIH juga akan meningkatkan pengawasan dan patroli di area-area yang rawan. Kerjasama dengan pihak keamanan setempat juga akan terus ditingkatkan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia. PPIH berharap agar seluruh jemaah haji Indonesia dapat memahami dan mematuhi imbauan ini, sehingga ibadah haji dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh keberkahan.
Keberhasilan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kelancaran ritual ibadah, tetapi juga oleh keamanan dan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci. Imbauan PPIH ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk memastikan bahwa setiap jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk, tanpa harus dibayangi rasa takut dan khawatir akan keselamatan diri. Semoga imbauan ini dapat dipatuhi dengan baik oleh seluruh jemaah haji Indonesia, sehingga mereka dapat pulang ke tanah air dengan selamat dan membawa kenangan indah serta keberkahan dari ibadah haji. Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah dan niat baik seluruh jemaah haji Indonesia.



