Makkah, 2025 – Di tengah hiruk-pikuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, sosok Husein Badeges, pendiri Aida Tourindo Wisata, mencuri perhatian. Usia 72 tahun tak menyurutkan semangatnya melayani para jemaah haji khusus. Stamina dan dedikasi luar biasanya menjadi inspirasi bagi banyak pihak, mencerminkan perjalanan panjang dan penuh tantangan dalam membangun bisnis travel haji yang telah berdiri selama 25 tahun.
Husein Badeges, seorang pria yang juga berkecimpung di dunia properti, mengawali perjalanan bisnisnya di sektor penyelenggaraan ibadah haji bukan tanpa pertimbangan matang. Ide cemerlang ini muncul pada tahun 1996, setahun setelah ia pensiun dari salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Awalnya, saya terinspirasi oleh seorang teman yang setiap tahunnya mengurus keberangkatan jemaah haji dari Indonesia ke Makkah," ujar Husein mengenang awal mula perjalanannya. "Ada nilai ibadah yang sangat kuat di dalamnya, dan hal itu yang mendorong saya untuk terjun ke dunia ini."
Namun, jalan menuju kesuksesan tak selalu mulus. Pada tahun 2000, saat Husein resmi mendirikan Aida Tourindo Wisata – nama Aida diambil dari nama putrinya – perusahaan tersebut belum memiliki izin resmi untuk menyelenggarakan ibadah haji. Tantangan ini tak membuatnya patah arang. Dengan kegigihannya, Husein berhasil memberangkatkan 10 jemaah haji pada tahun pertamanya, bekerjasama dengan travel lain yang telah memiliki izin operasional. "Saya bergabung dengan rekanan yang sudah berpengalaman dan memiliki izin resmi untuk menyelenggarakan ONH Plus (haji khusus)," jelasnya.
Sukses memberangkatkan 10 jemaah haji menjadi batu loncatan bagi Husein. Ia kemudian fokus mengurus perizinan resmi untuk Aida Tourindo Wisata. Setelah izin terbit, strategi pemasaran pun diterapkan. Husein memanfaatkan media cetak untuk menjangkau calon jemaah. "Kami memasang iklan di koran, menekankan bahwa ini adalah penyelenggaraan haji resmi. Alhamdulillah, banyak yang tertarik dan datang ke kantor kami yang saat itu masih berlokasi di garasi rumah saya di Cempaka Putih," kenangnya.
Perjalanan Aida Tourindo Wisata sejak tahun 2000 hingga kini menunjukkan grafik pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun kedua operasionalnya, jumlah jemaah yang diberangkatkan meningkat drastis menjadi 85 orang. Puncaknya, Aida Tourindo Wisata pernah memberangkatkan hingga 200 jemaah dalam satu musim haji. Namun, perubahan regulasi dan persaingan yang semakin ketat membuat jumlah jemaah mengalami fluktuasi. "Pernah ada masa di mana kami harus menaikkan harga karena adanya peraturan baru. Tentu saja, ini berdampak pada penurunan jumlah jemaah. Persaingan juga semakin ketat, terutama setelah izin penyelenggaraan haji dan umrah dibuka lebih bebas," ungkap Husein.

Meskipun demikian, Aida Tourindo Wisata tetap konsisten dan tak pernah absen memberangkatkan jemaah haji setiap tahunnya selama 25 tahun terakhir. Husein dan timnya fokus pada penyelenggaraan haji khusus atau ONH Plus, dengan harga yang kompetitif. Saat ini, biaya haji khusus yang ditawarkan Aida Tourindo Wisata adalah US$ 13.000, dengan uang muka US$ 4.000 untuk mendapatkan visa resmi dari Kementerian Agama.
Di usia 72 tahun, Husein Badeges masih aktif mendampingi jemaah haji Aida Tourindo Wisata di Tanah Suci. Staminanya yang luar biasa membuat banyak jemaah kagum. Ia bahkan kerap bolak-balik berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer dari maktab di Mina ke hotel transit di Mekkah. Rahasia di balik kebugaran fisiknya? Husein menekankan pentingnya olahraga rutin sejak usia muda. "Di Jakarta, saya rutin berenang setiap Minggu bersama anak dan cucu. Setiap Sabtu, saya jalan kaki di sekitar rumah. Pada hari kerja, saya menggunakan treadmill di rumah. Meskipun begitu, jalan kaki di luar rumah tetap saya lakukan jika memungkinkan, meskipun terkadang kurang nyaman karena lalu lintas yang padat," jelasnya.
Kebiasaan berolahraga tak ditinggalkan Husein saat menjalankan ibadah haji dan umrah. Setiap pagi, ia meluangkan waktu minimal satu jam untuk berjalan kaki. Selain olahraga, pola makan yang sehat juga menjadi kunci kebugaran Husein. "Saya membatasi porsi makan. Lima atau enam tahun terakhir, saya hanya makan dua kali sehari," ungkapnya.
Selama 25 tahun berkecimpung di dunia travel haji dan umrah, Husein telah melewati berbagai suka dan duka. Ia pernah mengalami penipuan dari pihak hotel dan menghadapi jemaah dengan berbagai karakter dan perilaku yang menguji kesabarannya. "Dulu, kami sering menghadapi masalah dengan hotel yang kurang bertanggung jawab. Mereka tiba-tiba mengatakan kamar penuh padahal kami sudah melakukan pembayaran. Ini memaksa kami untuk mencari hotel pengganti dan membayar biaya tambahan," kenangnya.
Husein juga menceritakan perubahan signifikan dalam fasilitas dan pelayanan ibadah haji di Arab Saudi. "Dulu, kami pernah mengalami kesulitan karena tidak memiliki maktab (tempat tinggal jemaah) di Mina. Kami harus melakukan lempar jumrah di pinggir jalan dan menggelar tikar hingga larut malam sebelum kembali ke tempat penginapan. Namun, sekarang sudah ada maktab VIP di Mina, sehingga pelayanan jauh lebih baik," ujarnya.
Dalam melayani jemaah, Husein menekankan pentingnya kesabaran dan kemampuan mendengarkan keluhan. Ia pernah menghadapi jemaah yang mudah marah dan selalu mengeluh. "Cara menghadapinya hanya satu, yaitu sabar dan tidak melawan. Kita harus ingat bahwa mereka adalah tamu Allah SWT. Kita jelaskan masalahnya dengan baik, dan apapun yang mereka katakan, kita tidak boleh membalasnya dengan emosi," pungkasnya.
Kisah Husein Badeges bukan sekadar kisah sukses seorang pengusaha. Ini adalah kisah inspiratif tentang dedikasi, kegigihan, dan keuletan dalam melayani sesama, dibalut dengan semangat ibadah yang tinggi. Di usia senja, ia masih menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam membantu jemaah menunaikan ibadah haji dengan lancar dan nyaman. Dedikasi Husein Badeges menjadi teladan bagi generasi muda dalam membangun bisnis yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan pelayanan prima.



