Jakarta, 15 Juni 2025 – KH Akhmad Said Asrori, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menyampaikan doa tulus bagi seluruh petugas haji 1446 H/2025 M agar pengabdian mereka tercatat sebagai amal saleh di sisi Allah SWT. Apresiasi tinggi disampaikan Kiai Said, sapaan akrabnya, terhadap dedikasi dan kinerja para petugas yang telah berjibaku melayani jutaan jemaah Indonesia selama musim haji tahun ini. Hal ini disampaikan Kiai Said melalui keterangan resmi yang dikutip dari laman Kementerian Agama RI.
"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas haji yang telah melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Baik mereka yang menunaikan ibadah haji sekaligus bertugas, maupun yang khusus bertugas melayani jemaah, insya Allah pahalanya sama, karena diniatkan sebagai bentuk khidmah kepada tamu-tamu Allah," ujar Kiai Said. Pernyataan ini menegaskan penghargaan atas pengorbanan dan keikhlasan para petugas yang mengorbankan waktu, tenaga, bahkan ibadah pribadi demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji bagi seluruh jemaah Indonesia.
Sebagai salah satu anggota Amirul Hajj 1446 H/2025 M, Kiai Said langsung menyaksikan dan merasakan setiap tahapan rangkaian ibadah haji, termasuk fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kehadirannya di tengah-tengah jemaah memberikan perspektif langsung mengenai kinerja petugas haji di lapangan. Pengalaman ini memberikan Kiai Said pemahaman yang mendalam tentang tantangan dan kesuksesan penyelenggaraan haji tahun ini. Ia menyaksikan langsung bagaimana petugas berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, mengatasi berbagai kendala, dan memastikan kelancaran seluruh rangkaian ibadah.
Kiai Said mengingatkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya menyimpan berjuta kisah dan pengalaman. Mengutip pesan dari KH Mustofa Bisri, beliau menekankan bahwa satu juta jemaah haji mencerminkan satu juta pengalaman yang berbeda-beda, baik yang menyenangkan maupun yang penuh tantangan. "Satu juta orang haji itu ada satu juta pengalaman, baik yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan. Jadi itu sesuatu yang memang selalu terjadi sejak zaman Rasulullah," ungkap Kiai Said. Pernyataan ini menunjukkan bahwa perjalanan haji merupakan perjalanan spiritual yang unik dan personal bagi setiap jemaah, dan peran petugas haji sangat krusial dalam menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan.
Lebih lanjut, Kiai Said membagikan pengalaman pribadinya menunaikan ibadah haji pada tahun 2001. Beliau menggambarkan perbedaan signifikan antara penyelenggaraan haji saat itu dengan penyelenggaraan haji saat ini. Pada tahun 2001, jemaah haji relatif lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhannya. "Dibandingkan dulu, haji sekarang lebih enak semua. Sekarang semuanya sudah tersedia," katanya. Beliau menceritakan bagaimana jemaah pada masa itu harus membawa sendiri perlengkapan masak, termasuk beras, sayur-mayur, dan kompor, untuk memenuhi kebutuhan makan selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Perbandingan ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam pelayanan haji yang kini lebih terintegrasi dan mempermudah jemaah dalam menjalankan ibadah.

Kiai Said mengajak semua pihak untuk menghargai dan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan, termasuk kenyamanan dan kemudahan yang dirasakan selama menunaikan haji. "Kalau semua disyukuri menjadi nikmat semua, bahkan sesuatu yang kelihatannya tidak nikmat, kalau kita syukuri dan nikmati menjadi nikmat," tegasnya. Pesan ini menekankan pentingnya sikap syukur dan positif dalam menghadapi segala situasi, terutama dalam konteks ibadah haji yang memerlukan kesabaran dan ketahanan mental.
Harapan besar disampaikan Kiai Said agar seluruh jemaah Indonesia meraih kemabruran haji, sebuah tujuan utama dari ibadah haji itu sendiri. Ia juga mengharapkan hal yang sama bagi para petugas haji yang telah berkhidmah dengan ikhlas dan penuh dedikasi. Kiai Said menutup pernyataannya dengan doa agar segala upaya dan pengorbanan para petugas haji menjadi amal saleh yang diterima Allah SWT. Harapannya, penyelenggaraan ibadah haji akan terus berkembang dan membaik di masa mendatang, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan nyaman.
Pernyataan Kiai Said bukan hanya sebuah ucapan apresiasi biasa, melainkan juga sebuah pengakuan atas kerja keras dan pengorbanan para petugas haji. Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antar lembaga dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang aman, lancar, dan memberikan kemudahan bagi jemaah. Pengalaman pribadi Kiai Said juga menunjukkan perkembangan positif dalam pelayanan haji sepanjang waktu, sehingga jemaah dapat lebih fokus pada ibadah utama tanpa terbebani oleh urusan duniawi. Doa dan harapan Kiai Said menjadi semangat bagi seluruh petugas haji untuk terus berdedikasi dan memberikan pelayanan terbaik di masa mendatang. Semoga amal saleh mereka diterima Allah SWT.



