Perjalanan pulang ke tanah air bagi para jemaah haji merupakan momen sakral yang sarat makna. Setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci, sebuah perasaan syukur dan harapan yang mendalam membuncah di hati. Momen ini bukan sekadar perjalanan fisik dari Mekkah dan Madinah menuju Indonesia, melainkan juga perjalanan spiritual yang menuntut refleksi diri dan penguatan ikatan batin dengan Sang Khalik. Di tengah perjalanan yang mungkin melelahkan, jemaah dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa, sebuah ungkapan pengharapan dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya berdoa dalam setiap kondisi, baik suka maupun duka. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 90 menjadi pengingat akan hal tersebut:
"Sesungguhnya mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami."
Ayat ini dengan jelas menggambarkan betapa pentingnya doa sebagai manifestasi kedekatan hamba dengan Tuhannya. Doa bukan sekadar ritual, melainkan jembatan penghubung antara manusia dengan Sang Pencipta, sebuah sarana untuk menyampaikan rasa syukur, permohonan pertolongan, dan pengakuan akan keterbatasan diri. Dalam konteks perjalanan pulang haji, doa menjadi semakin krusial, mengingat perjalanan panjang dan potensi risiko yang mungkin dihadapi para jemaah. Doa menjadi benteng perlindungan spiritual di tengah dinamika perjalanan.
Kementerian Agama Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, telah menerbitkan buku "Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah" (edisi 1441 H/2020 M) yang memuat berbagai bacaan doa, termasuk doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca selama perjalanan pulang dari Tanah Suci. Buku ini menjadi panduan praktis bagi jemaah haji dalam memperkaya ibadah mereka selama perjalanan. Berikut ini beberapa doa pilihan yang terdapat dalam buku tersebut, disertai dengan transliterasi latin dan terjemahannya, yang dapat dibaca jemaah sepanjang perjalanan pulang:
1. Bacaan Doa Setelah Duduk di Dalam Kendaraan atau Pesawat:

(Arab): بسم الله الملك الرحمن، وما قدر الله حق قدره والارض جميعا في قبضته يوم القيامة والسماء مطوية بيمينه، سبحانه وتعالى عما يشركون، بسم الله مجرها ومرساها إنا ربنا لغفور رحيم.
(Arab Latin): Bismillahil malikirrahman. Wa ma qadarallaha haqqa qadrihi wal-ardu jamii’an fi qabdatuhi yaumal-qiyamati wassama’u matwiyyatu biyaminihi, subhanahu wa ta’ala ‘amma yusyrikun. Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi la ghofurur rohim.
(Terjemahan): Dengan Nama Allah Yang Maha Penguasa lagi Maha Pengasih. Tiada mengagungkan Allah sebagaimana mestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan kekuasaan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. Dengan Nama Allah di waktu berangkat dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (HR. Abu Daud)
Doa ini mengawali perjalanan dengan pengakuan akan kebesaran Allah dan permohonan perlindungan-Nya. Mengawali perjalanan dengan menyebut nama Allah merupakan sunnah yang dianjurkan dalam Islam, sekaligus sebagai bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak-Nya. Doa ini juga mengandung ungkapan syukur atas keselamatan dan kelancaran perjalanan yang telah diberikan.
2. Bacaan Doa Sewaktu Kendaraan atau Pesawat Mulai Berjalan:
(Arab): الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإنا إلى ربنا لمنقلبون، اللهم إنا نسألك في سفرنا هذا البر والتقوى ومن العمل ما ترضى، اللهم هون علينا سفرنا هذا واطو عنا بعده، اللهم أنت الصاحب في السفر والخليفة في الأهل، اللهم إني أعوذ بك من وعثاء السفر وكآبة المنظر وسوء المنقلب في المال والأهل والولد.
(Arab Latin): Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antas shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli wal walad.
(Terjemahan): Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah Yang telah menggerakkan untuk kami kendaraan ini padahal kami tiada kuasa menggerakkannya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan, kami pasti akan kembali. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan takwa serta amal perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan pelindung terhadap keluarga yang ditinggalkan. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan, dan kepulangan yang menyusahkan dalam harta benda, keluarga, dan anak. (HR. Muslim)
Doa ini dipanjatkan ketika kendaraan atau pesawat mulai bergerak. Ungkapan "Allahu Akbar" yang diulang tiga kali menegaskan kebesaran dan kekuasaan Allah yang mengendalikan segala sesuatu, termasuk perjalanan yang sedang ditempuh. Doa ini juga mengandung permohonan keselamatan, kemudahan, dan perlindungan dari segala macam bahaya selama perjalanan.
3. Doa Ketika Mendekati Tempat Tujuan:
(Arab): اللهم إني أسألك من خير هذه الأرض وخير ما جمع فيها وأعوذ بك من شرها وشر ما جمع فيها، اللهم ارزقنا حماها وأعذنا من وبائها وحببنا إلى أهلها وحبب صالح أهلها إلينا.
(Arab Latin): Allahumma inni as aluka min khoiri hadzihil ardhi wa khoiri maa jumi’at fiiha wa a’udzubika min syarra haa wa syarra maa jumi’at fiiha. Allahummarzuqna himaha, wa a’idna min wabaha, wahabbabna ila ahliha, wa habbab sholihi ahliha ilaina.
(Terjemahan): Ya Allah, aku mohon yang terbaik dari bumi ini dan segala kebaikan yang terhimpun di dalamnya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan segala keburukan yang terhimpun di dalamnya. Ya Allah, berilah kami perlindungan, dan lindungilah kami dari wabahnya, buatlah kami dapat mencintai penduduknya dan penduduknya yang solih mencintai kami.
Doa ini dibacakan ketika jemaah mendekati tempat tujuan, baik itu bandara di negara transit maupun bandara di Indonesia. Doa ini merupakan permohonan agar diberikan keselamatan dan keberkahan di tempat tujuan, serta terhindar dari segala macam bahaya dan kesulitan.
4. Doa Ketika Tiba di Tempat Tujuan:
(Arab): اللهم إني أسألك خيرها وخير ما فيها وخير ما أرسلت به أهلها وأعوذ بك من شرها وشر أهلها وشر ما فيها وشر ما أرسلت به.
(Arab Latin): Allahumma inni as aluka khairaha wa khaira ma fiha wa khaira ma arsalta bihi ahlihaa wa a’udzubika min syarrahaa wa syarra ahlihaa wasyarra maa fiha wa syarra ma arsaltabih.
(Terjemahan): Ya Allah, aku memohon pada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan yang ada di dalamnya. Dan aku berlindung pada-Mu dari kejahatan negeri ini dan kejahatan penduduknya.
Doa ini dipanjatkan setelah tiba di tempat tujuan, sebagai ungkapan syukur dan permohonan agar diberikan keselamatan dan keberkahan di tempat tersebut. Doa ini juga mengandung permohonan perlindungan dari segala macam kejahatan dan bahaya.
Keempat doa di atas hanyalah sebagian kecil dari doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca selama perjalanan pulang haji. Jemaah haji juga dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir lainnya, seperti membaca shalawat, istighfar, dan ayat-ayat suci Al-Quran. Dengan memperbanyak doa dan zikir, jemaah dapat memperkuat keimanan dan ketaqwaan mereka, serta memperoleh ketenangan dan kedamaian batin selama perjalanan.
Perjalanan pulang haji bukan hanya sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang penuh makna. Dengan senantiasa berdoa dan berzikir, jemaah dapat menjadikan perjalanan ini sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh keberkahan yang tak terhingga. Semoga para jemaah haji kembali ke tanah air dengan selamat, sehat, dan membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat. Semoga ibadah haji mereka diterima oleh Allah SWT. Amin.


