Jakarta, Republika.co.id — Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 30 Oktober hingga 3 November 2024. Acara tahunan ini, yang telah memasuki penyelenggaraan ke-11, mengangkat tema "Synergy of Sharia Economy and Finance in Strengthening Resilience and Sustainable Economic Growth" (Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Memperkuat Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan).
ISEF 2024 menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi dalam ekosistem ekonomi dan syariah (eksyar) nasional. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi pusat produsen halal terkemuka di dunia. Sebagai langkah nyata dalam mewujudkan visi tersebut, BI meresmikan empat program strategis di ISEF 2024.
Empat Program Strategis untuk Memperkuat Ekosistem Ekonomi Syariah
Keempat program strategis yang diluncurkan BI di ISEF 2024 adalah:
1. Aplikasi Halal Traceability: Program ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem jaminan produk halal di Indonesia. Aplikasi Halal Traceability diharapkan dapat mendorong digitalisasi produk halal dan mempercepat proses sertifikasi halal, khususnya bagi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

2. Penguatan Ekosistem Usaha Syariah Melalui Program Digitalisasi Pondok Pesantren: Program ini fokus pada pemberdayaan pondok pesantren sebagai pusat ekonomi syariah. Digitalisasi pondok pesantren diharapkan dapat meningkatkan akses terhadap informasi, teknologi, dan pasar, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di tingkat lokal.
3. Inisiasi Pengembangan Produk Sharia Restricted Investment Account (SRIA): Program ini bertujuan untuk mendukung pembiayaan investasi perbankan syariah. Pengembangan SRIA diharapkan dapat meningkatkan akses bagi investor untuk berinvestasi di sektor riil yang sesuai dengan prinsip syariah.
4. Strategi Nasional Literasi dan Inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (SNLIEKSI): Program ini merupakan upaya akselerasi peningkatan literasi dan inklusi eksyar di Indonesia. SNLIEKSI diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan eksyar.
Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Ekonomi Syariah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang mewakili Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan ISEF 2024, menekankan peran penting ekonomi syariah dan industri halal dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

"Dalam rangka mendukung Asta Cita kedua yang dicanangkan oleh Pemerintah, diperlukan upaya untuk mendorong kemandirian ekonomi nasional, termasuk peran eksyar. Pemerintah mengapresiasi program utama yang diluncurkan ISEF 2024, khususnya Halal Traceability yang dapat mendorong digitalisasi produk halal dan percepatan sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM Indonesia," ujar Airlangga.
Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa ISEF telah memainkan peran penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
"Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah tercermin pada semakin terbentuknya ekosistem eksyar yang terintegrasi, penguatan kelembagaan dan dukungan regulasi dalam pengembangan eksyar baik nasional maupun daerah, dan penguatan leadership di berbagai fora Islamic International Organization," tegas Perry.
Rangkaian Kegiatan ISEF 2024
ISEF 2024 di JCC berlangsung selama seminggu, mulai dari tanggal 30 Oktober hingga 3 November 2024. Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain:
- Seminar/Talkshow: Berbagai seminar dan talkshow bertaraf nasional dan internasional membahas isu-isu terkini dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
- Business Matching: Platform untuk mempertemukan para pelaku usaha syariah dan investor, guna mendorong kolaborasi dan pengembangan bisnis.




