ERAMADANI.COM, DENPASAR – Kamis (25/06/2020) kemarin, Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap ACT Cabang Bali, Arif Marsudi memberikan Penghargaan Kemanusiaan kepada Majelis Telkomsel Taqwa (MTT).
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Kemanusaiaan pemberian bantuan paket pangan untuk masyarakat Bali yang terdampak dalam segi ekonomi selama pandemi.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Abdul Haris selaku Regional Support Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Bali Nusra.
Menurut data yang disampaikan oleh Program ACT Bali, Lebih dari 60 Paket yang berisi, beras, minyak goreng, mie instan, sabun dan gula.
Bantuan paket pangan yang dibagikan berkala ke 4 daerah di bali, Kuta, Buleleng, Jembrana, dan Karangasem oleh relawan ACT Bali, MRI Bali (Masyarakat Relawan Indonesia).
Penghargaan dan Apresiasi ACT Untuk MTT
Dalam sesi penyerahan penghargaan ini Arif Marsudi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, dan serta salam hangat terimakasih dari penerima manfaat.
“Lebih dari 3 bulan kita fokus pemberian bantuan paket pangan untuk masyarakat yang terdampak secara ekonomi,” ujarnya.
“MTT hadir dan turut menopang serta menerima sambutan ajakan kami dalam menyukseskan program 100.000 Paket Pangan di Bali,” imbuhnya.
“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas kepedulianya terhadap masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Dalam pemberian penghargaan ini perwakilan MTT Abdul Haris turut menyampaikan ucapan terimakasih pua.
“Terimakasih kepada pihak ACT Bali, karena telah menerima dan turut membantu perpanjangan tangan kami,” tuturnya.
“Untuk membantu masyarakat yang tengah membutuhkan pada saat ini di tengah pandemi, saya harap ini bukan akhir dari kolaborasi, tetapi kedepannya juga,” imbuh pihak MTT.
Abdul Haris juga menambahkan, bahwa pihaknya turut memantau, dari proses pendistribusian di Kuta, Buleleng, Jembrana dan Karangasem.
Menurutnya selaku pihak MTT bantuan ini benar-benar diterima oleh penerima manfaat, Ia berharap semua pihak ikut juga dalam membantu sesama.
Penyerahan penghargaan ini bukan akhir kerjasama, tetapi simbol kolaborasi untuk senantiasa membantu masyarakat yang tengah kesulitan, tidak hanya saat pandemi tetapi kedepanya juga.
Di saat seperti ini dibutuhkan sikap empati dan saling bergandengan tangan untuk menyongsong masa depan negeri ini. (NET)




